Minggu, 07 November 2010

Terlalu Lama, Jadi Sering Miskoordinasi

KOMPAS.com – Istilah gaulnya adalah PMP atawa “pren makan pren” (ungkapan: teman “makan” teman). Ini yang terjadi antara tentara Afganistan di satu pihak dengan tentara NATO. Padahal, keduanya berada dalam sekutu sama menumpas Afganistan.
Nah, pada Sabtu (6/11/2010), sebagaimana warta AP dan AFP, NATO  mengatakan tengah melakukan investigasi kasus pembunuhan dua tentaranya di Afganistan.
Pembunuhan ini diduga dilakukan anggota militer Afganistan di selatan negeri itu tempat pasukan koalisi tengah menggempur posisi pasukan pemberontak.
NATO mengatakan pasukan koalisi dan pemerintah Afganistan melakukan investigasi bersama atas kasus yang terjadi di Sangin, sebuah distrik yang berbahaya di Provinsi Helmand, Jumat (5/11/2010).
Sementara itu, Taliban melalui juru bicaranya Qari Yousef mengeluarkan pernyataan resmi bahwa seorang prajurit militer Afganistan yang membelot membunuh seorang lagi tentara NATO di kawasan yang sama. Masih dari pernyataan Taliban, anggota tentara NATO yang tewas itu berasal dari pasukan Amerika Serikat. Jika pernyataan ini benar, jumlah tentara NATO yang tewas dibunuh menjadi tiga orang.
Baku bunuh
Pasukan NATO berbagi wilayah dengan tentara Afganistan dan melakukan patroli bersama. Operasi bersama ini sangat diperlukan guna mendukung pasukan Afganistan ketika mereka melakukan operasi. Namun, di saat bersamaan operasi gabungan ini membuat pasukan NATO menjadi sasaran empuk pasukan pemberontak.
Pada 21 Juli lalu, seorang sersan militer Afganistan terlibat pertengkaran dan akhirnya menembak mati dua pelatih sipil Amerika Serikat sebelum akhirnya ia ditembak mati.
Kasus lain terjadi pada 13 Juli ketika seorang tentara Afganistan yang bertugas di kawasan selatan membunuh tiga tentara Inggris termasuk komandan kompi tersebut.
Pada November 2009, seorang polisi Afganistan membunuh lima orang tentara Inggris di daerah yang sama. Sebulan sebelumnya, seorang polisi Afganistan yang melakukan patroli bersama pasukan AS menembaki rekan satu pasukannya dan menewaskan dua prajurit Amerika.
Di sisi lain, pasukan NATO pun pernah membunuh anggota militer Afganistan. Bulan Agustus lalu sebuah helikopter tempur NATO secara tidak sengaja membunuh tiga orang polisi Afganistan yang justru meminta perlindungan udara.
Dan bulan Juli lalu, sebuah serangan udara menewaskan enam orang tentara Afganistan di Provinsi Ghazni setelah pasukan itu memberikan informasi posisi yang salah kepada tentara NATO.