Kamis, 11 November 2010

MRT Jakarta Usulan Austria

VIVAnews - Kedatangan Presiden Austria Heinz Fischer ke Indonesia ternyata juga membawa resep antimacet yang telah diterapkan negara itu untuk MRT (Mass Rapid Transport) di Jakarta.

Melalui Menteri Ekonomi Austria Reinhold Mitter Lehner bersama 13 pengusaha Austria, mereka menemui Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk menawarkan moda angkutan massal di DKI Jakarta. Moda angkutan ini lebih berbeda dari yang lain, bukan di darat tapi melayang di udara.

Mereka menawarkan Doppelmayr yang dibuat produsen kereta api Austria Doppelmayr Seilbahnen gmBH. Rencananya mereka akan bekerja sama  dengan PT Saratoga Infrastruktur.

Sejatinya angkutan massal ini pernah diusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Angkutan massal ini untuk mengangkut penumpang dan barang dengan sistem gantung seperti gondola.

Tapi menurut Fauzi Bowo, angkutan barang dan penumpang itu hanya dapat mengangkut muatan yang lebih sedikit dari subway yang telah dipilih Pemprov DKI sebagai alat transportasi.

Meski begitu, angkutan ini memiliki keunggulan karena biasa digunakan di bandara untuk mengangkut penumpang maupun barang dari bawah ke atas. Dan angkutan ini juga ideal untuk dijadikan feeder untuk alat transportasi.

Keunggulan lain angkutan ini tidak akan terpengaruh dengan cuaca, dan tidak membuat polusi karena menggunakan listrik. Selain itu instalasi alat ini lebih cepat dan mudah dipasang.

"Investasinya tidak terlalu tinggi karena dapat dibangun di atas gedung sehingga tidak ada pembebasan lahan," kata Fauzi Bowo.

Namun, belum ada pembicaraan lebih lanjut apakah angkutan ini diperlukan bagi kondisi transportasi Jakarta saat ini. Meski demikian Fauzi tetap harus melakukan berbagai pengkajian untuk menentukan apakah akan menolak atau menerimanya.

"Belum pasti akan dipakai atau tidak. Dicari dimana dan saat kapan sistem ini dapat dipakai secara optimal," tukasnya.

English Version

VIVAnews - The arrival of Austrian President Heinz Fischer to Indonesia was also brought antimacet recipe that has been applied to the country to the MRT (Mass Rapid Transport) in Jakarta.

Through the Austrian Economy Minister Reinhold Mitter Austria Lehner with 13 businessmen, they meet with Coordinating Minister Hatta Rajasa to offer a mode of mass transit in Jakarta. Transport modes are more different than others, not on land but floating in the air.

They offer Doppelmayr built train manufacturer Doppelmayr Seilbahnen Austria GmbH. The plan they will cooperate with PT Saratoga Infrastructure.

Indeed it has been proposed mass transit to Jakarta Governor Fauzi Bowo. Mass transit is to transport passengers and goods by hanging like a gondola system.

But according to Fauzi Bowo, transport goods and passengers it can carry weight only less than subway Jakarta government has chosen as a means of transportation.

Even so, it has the advantage because of transport used at the airport to transport passengers and goods, from bottom to top. And transportation is also ideal to be feeder for transportation.

Another advantage of this transport will not be affected by weather, and do not create pollution because it uses electricity. Besides the installation of these devices more quickly and easily installed.

"The investments are not too high because it can be built on top of the building so that no land acquisition," said Fauzi Bowo.

However, there has been no further talks if transportation is needed for the transportation of Jakarta today. Fauzi, however still have to perform a variety of assessments to determine whether to reject or accept it.

"There definitely will be used or not. Look where and time when this system can be used optimally," he said.