Sabtu, 13 November 2010

Missil Tercepat Buatan India

KOMPAS.com - India, negeri yang selama ini dikenal dengan film dan tariannya, ternyata juga handal dalam industri pertahanan. Negeri ini mampu menciptakan misil yang bisa mengalahkan missil-missil lain produksi negara maju.

"Missil Brahmos, itu nama misil produksi kami. Keunggulannya, misil kami merupakan missil supersonic tercepat di dunia sekaligus dengan akurasi yang tinggi. Kecepatannya bisa mencapai 1km/detik," kata Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) Brahmos Aerospace, perusahaan yang memproduksi missil ini dalam pameran Indo Defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Dibandingkan dengan misil subsonic yang dipasarkan saat ini, misil buatan India ini mampu bergerak lebih cepat 3 kali lipatnya. Selain itu, jarak tempuh yang bisa diraih juga bisa mencapai 2,5 - 3 kali lipat dari misil subsonic. Dan yang paling penting, daya hancur misil ini bisa mencapai 9 kali lipat dari misil subsonic populer dunia.

Pathak mengatakan, "Keunggulan lain dari misil ini adalah kemampuannya untuk diinstal dimana saja, mulai helicopter, pesawat, kapal hingga kapal selam." Selain itu, sistem kendali misil mampu melaksanakan Salvo Firing atau penembakan serentak, target Assignment atau penugasan target dan memastikan sekelompok target baik di darat maupun di laut. Salvo pada 9 proyektil dapat menembus dan menghancurkan kelompok kapal musuh terdiri dari tiga fregat dengan pertahanan anti misil modern.

Misil-misil yang akan diluncurkan diinstal di dalam alat luncur. Misil tersebut akan dikirim lengkap dengan daya pendorongnya di dalam Transportation and launch Conister (TLC). Misil versi udaranya dimodifikasi sehingga memiliki berat yang lebih ringan tetapi lebih kuat selama proses peluncuran.

Menurut Pathak, misil tercepat produksinya ini berbiaya murah jika dilihat dalam jangka panjang. "Harga misil pada awalnya mungkin tak jauh berbeda dengan misil lain. Tapi, biaya perawatan misil ini jauh lebih murah. Anda hanya perlu maintenance misil selama sekali dalam tiga tahun, berbeda dengan misil lain yang menuntut perawatan secara terus-menerus," kata Pathak.

Brahmos Aerospace yang memproduksi misil ini sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Rusia dan India. Namun, seluruh pengembangan teknologi, proses produksi, tenaga kerja damn tempat produksi berasal dan dilakukan di India.

"Kami memilih Rusia karena mereka memiliki pengalaman dalam soal mesin, sementara kami memiliki pengalaman dalam soal sistem sehingga kami akan mampu memproduksi misil yang paling baik," kata Pathak. Joint Venture sendiri sudah dimulai pada tahun 1998 dan pada tahun 2005 berhasil meluncurkan produk ini.

Secara umum, misil ini unggul karena jarak tempuh yang jauh, garis lengkung arah peluru yang lebar, dilengkapi dengan anti pertahanan kapal perang serta energi kinetik yang terpasang yang membantu daya rusak kapal.

English Version

KOMPAS.com - India, a country which is known by film and dance, was also reliable in the defense industry. This country is able to create a missile that can beat other missile-production missiles developed countries.
"BrahMos missiles, the name of our production missiles. Advantage, our missile is the world's fastest supersonic missiles at once with high accuracy. The speed can reach 1km/detik," said Praveen Pathak, Addl GM (Marketing Promotion) BrahMos Aerospace, a company that produces this missile in Indo Defence 2010 exhibition at Jakarta Fair on Friday (11/12/2010).
Compared with subsonic missiles being marketed today, Indian-made missile was able to move more quickly 3 times. In addition, mileage can be achieved also can reach 2.5 - 3 times higher than subsonic missiles. And most importantly, power destroyed this missile could reach 9 times more than the popular world of subsonic missiles.
Pathak said, "Another advantage of this missile is its ability to be installed anywhere, from helicopters, planes, ships to submarines." In addition, missile control system capable of undertaking Salvo Firing or firing simultaneously, the target assignment or assignments and make sure the target group of targets both on land and at sea. Salvo on 9 projectile can penetrate and destroy the enemy ship group made up of three frigates with anti-missile defense modern.
The missiles to be launched is installed in the cutter tool. The missile will be delivered complete with the driving force in the Transportation and launch Conister (TLC). Modified version of its air missiles that have a lighter weight but stronger during the launch process.
According to Pathak, the fastest missile production cost is inexpensive when viewed in the long term. "The price of missiles in the first place may not be much different with another missile. But, this missile maintenance cost is much cheaper. You only need maintenance during the missile once in three years, unlike other missiles which require continuous care," said Pathak.
BrahMos Aerospace which manufactures missile itself is a joint venture between Russia and India. However, the development of technology, production processes, labor damn where production originated and carried out in India.
"We chose Russia because they have experience in the matter of the engine, while we have experience in the matter of the system so that we will be able to produce missiles of the most good," said Pathak. Joint Venture itself was started in 1998 and in 2005 succeeded in launching this product.
In general, the missile is superior because a far distance, the bullet curved line width, equipped with anti-defense warships as well as the kinetic energy attached to that help power the ship is damaged.

Pesawat Jet Latih Buatan Korea
KOMPAS.com — Ajang Indo Defense 2010 membuat Indonesia tertarik dengan salah satu pesawat produksi Korea, T-50. Pesawat tersebut dikabarkan menjadi salah satu calon pesawat yang akan dibeli oleh Indonesia, bersaing dengan pesawat produksi Rusia dan Ceko.

"Beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia mengungkapkan ketertarikannya dengan T-50. Namun, masih belum diputuskan apakah Pemerintah Indonesia akan membelinya. T-50 masih akan bersaing dengan Yak-130 produksi Rusia dan L-150 produksi Ceko," kata Sky Lee, Regional Manager International BD-Asia/South America Korea Aerospace Industry (KAI) di sela pameran Indo defence 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

T-50 sebagai salah satu pesawat andalan Korea memiliki beberapa keunggulan, "Pesawat ini masuk ke dalam jenis pesawat supersonic atau berkecepatan tinggi, berbeda dengan Yak-130 yang masuk dalam golongan subsonic," kata Lee mengungkapkan keunggulan pesawat tersebut.

Pesawat ini merupakan salah satu jet trainer untuk training pilot tempur generasi berikutnya. Pesawat ini mulai dikembangkan secara konseptual sejak tahun 1992 hingga 1995. Sementara itu, program pengembangan pesawat sendiri dimulai dari tahun 1997. Pengembangan total atau Full Scale Development dari pesawat ini dimulai setelah pesawat melalui 1.400 tes penerbangan. Sementara, produksi pertamanya sendiri dimulai dari bulan Desember 2005.

Setelah melewati berbagai program tes penerbangan, Lee mengungkapkan bahwa keunggulan lain dari pesawat ini adalah soal kemanan. "Pesawat ini berhasil melalui tes penerbangan tanpa satu kecelakaan pun. Ini membuktikan kalau pesawat ini aman untuk digunakan," kata Lee saat diwawancarai Kompas.com.

Saat ini, Lee mengungkapkan, T-50 dioperasikan bersama ROKAF untuk pelatihan pilot tingkat lanjut dan merupakan bagian dari Total Training System dan Ground Based Training System. Berdasarkan analisa ROKAF, spesifikasi T-50 mampu mengurangi waktu pelatihan sebanyak 20 persen, mengurangi biaya sebanyak 30 persen, dan meningkatkan skill pilot sebanyak 40 persen.

Pemasaran T-50 dilakukan KAI bekerja sama dengan Lockheed Martin Aeronautics. Lee mengatakan, T-50 merupakan pesawat trainer supersonic yang paling baik. Dengan kemampuan sistem dan performanya, T-50 merupakan salah satu platform terbaik untuk training pilot tempur generasi selanjutnya.

T-50 dilengkapi dengan multi-mode radar, Close air Support, dan kunci senjata A/A dan A/G. Pesawat ini dikatakan juga mampu memenuhi kebutuhan sebagai Light Combat aircraft jika dibutuhkan. Di Korea sendiri, T-50 telah digunakan secara luas dengan 57 unit pesawat telah digunakan.

Soal harga, Lee mengatakan, "Pemerintah Indonesia memiliki modal 400 juta dollar AS. Jika Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli pesawat ini,  kami bisa memutuskan untuk memnjual paket terdiri dari 16 pesawat, training, spare part, ground support, dan technical support."

Lee mengatakan, saat ini Indonesia dan Korea memiliki relasi yang kuat sebab Korea sendiri telah membeli pesawat jenis CN-235 dari Indonesia. Jadi, ia sangat berharap relasi tersebut diteruskan dengan pengembangan pilot menggunakan T-50.

Pesawat T-50 merupakan pesawat yang khusus digunakan untuk pelatihan pilot. Terdapat pula versi jenis lain yang sudah dilengkapi dengan persenjataan lengkap bagi yang telah siap mengoperasikan. Meski demikian, pesawat T-50 bisa dimodifikasi dengan meng-install persenjataan yang dibutuhkan tanpa perlu membeli jenis baru yang telah dilengkapi senjata.

Panser Anoa Buatan Pindad
KOMPAS.com — Pameran Indo Defense 2010 dimanfaatkan PT Pindad untuk memamerkan produk-produk terbarunya. Salah satu produk terbarunya adalah APC Anoa V2 6 x 6 yang merupakan versi terbaru dari produksi panser mereka.

APC Anoa V2 6 x 6 atau armored personal carrier Anoa V2 6 x 6 sedikit berbeda dengan versi sebelumnya. Sukidi Amd, Assistant Engineering Manager PT Pindad (Persero), Jumat (12/11/2010), mengungkapkan, "Panser ini memiliki beberapa modifikasi yang membuatnya lebih maju dan nyaman dari versi sebelumnya." Ia mengatakan, salah satu kelebihannya ada pada main hole yang terdapat di bagian atasnya. Bagian tersebut dibuat lebih bulat dan cembung agar bisa memaksimalkan fungsi pertahanan sehingga bila tertembak, peluru akan memantul.

Kelebihan lainnya ada pada pelindung kaca samping dan depan. "Sebelumnya, pelindung kaca samping dan depan harus dibuka dan ditutup dari luar. Hal itu menyulitkan. Sekarang, pelindung kaca samping dan depan bisa dibuka dan ditutup dari dalam," ujar Sukidi. Dengan mengoperasikan pelindung kaca samping dari dalam, selain lebih nyaman, bagian ini juga meminimalkan risiko.

Sukidi menjelaskan, kelebihan utama Anoa V2 ada pada sistem navigasi. "Anoa V2 memiliki Remote Control Weapon System yang memungkinkan pengoperasian senjata menggunakan joystick. Jadi, seperti main game," urainya. Sistem itu memperbaiki kelemahan Anoa versi sebelumnya yang mengharuskan pengoperasian senjata secara manual. Hal itu menurutnya sangat memudahkan tugas tentara.

Sebaliknya, sistem yang tadinya hanya mendukung pengoperasian secara otomatis kini dilengkapi kemampuan operasi secara manual tanpa menghilangkan otomatisnya. "Ramdoor yang ada di bagian belakang Anoa dibuat juga sistem pengoperasian manualnya sehingga bila sistem otomatis mengalami kerusakan, ramdoor tetap dapat berfungsi," ujar Sukidi. Bagian interior dari Anoa V2 juga berbeda dengan versi sebelumnya yang terdiri dari kursi-kursi yang bisa dilipat.

Anoa V2 mampu memuat 13 kru, memiliki panjang dan lebar 6.000 x 2.500 mm serta dilengkapi dengan peralatan khusus, seperti GPS dan NVG. Sistem komunikasinya menggunakan VHF dan HF Intercomset System. Sementara itu, sistem senjatanya menggunakan Smoke Shield kaliber 66 mm dan Armanents 7,62 mm dan 12,7 mm. Rasio daya berbanding beratnya adalah 22,85 HP, kecepatan maksimum 80 km/jam, dan radius putar 9,5 meter. Mesinnya adalah 6 silinder segaris dengan turbocharger berpendingin dalam dan berdaya 320 HP.

Sukidi menjelaskan, Anoa V2 ini baru mulai dikembangkan sekitar dua bulan yang lalu. "Beberapa saat sebelum Indo Defense ini dimulai, Anoa V2 baru saja selesai dibuat dan langsung dikirim," katanya. Saat ini, yang bisa dinikmati di Pameran Indo Defense 2010 adalah prototipe dari produk tersebut. Dengan spesifikasi ini, Anoa V2 dipasarkan terutama bagi Tentara Nasional Indonesia. Selain Anoa V2, Pindad juga memamerkan tiga produk panser terbarunya, yaitu Panser Polisi, Panser Canon, dan Panser Mortir.

English Version

KOMPAS.com - Event Indo Defense 2010 making Indonesia one of the planes are interested in Korean production, T-50. The plane was reported to be one of the candidate aircraft to be purchased by Indonesia, competing with Russian and Czech aircraft production.
"Some time ago, the Government of Indonesia expressed interest in the T-50. However, it still has not decided whether the Government of Indonesia will buy it. T-50 is still going to compete with the Russian Yak-130 production and L-150 Czech production," says Sky Lee, Regional Manager International BD-Asia/South America Korea Aerospace Industry (KAI) on the sidelines of the exhibition defense Indo Fair 2010 in Jakarta on Friday (12/11/2010).
T-50 as one of the mainstay aircraft of Korea has several advantages, "This aircraft into the types of supersonic aircraft or high speed, in contrast with the Yak-130 is included in the class of subsonic," said Lee reveals superiority aircraft.
This aircraft is one of the jet trainer for training the next generation of fighter pilots. This aircraft was developed conceptually from 1992 to 1995. Meanwhile, its own aircraft development program beginning in 1997. Development of total or Full Scale Development of this aircraft began after the plane through the 1400 flight test. Meanwhile, his first own production starting in December 2005.
After going through various flight test programs, Lee said that another advantage of this plane is all about security. "The aircraft was successfully flight tested without any one accident. This proves that the aircraft is safe to use," Lee said in an interview Kompas.com.
Currently, Lee revealed, T-50 operated with ROKAF for advanced pilot training and is part of Total Training System and the Ground Based Training System. Based ROKAF analysis, specification T-50 can reduce training time by 20 percent, reducing costs as much as 30 percent, and improve pilot skills as much as 40 percent.
Marketing KAI T-50 carried out in cooperation with Lockheed Martin Aeronautics. Lee said the T-50 is a supersonic trainer aircraft the best. With the system and its performance capabilities, T-50 is one of the best platform for next-generation fighter pilot training.
T-50 is equipped with multi-mode radar, Close Support water, and key weapons A / A and A / G. This aircraft is said to also be able to meet the needs of the Light Combat aircraft if needed. In Korea itself, T-50 has been used extensively with 57 units of aircraft have been used.
On price, Lee said, "The Indonesian government has a capital of 400 million U.S. dollars. If the Government of Indonesia decided to buy this plane, we can decide to memnjual package consists of 16 aircraft, training, spare parts, ground support, and technical support."
Lee said, Indonesia and Korea have a strong relationship because Korea itself has bought the CN-235 aircraft from Indonesia. So, he fully expected the relationship continued with the development of pilots using the T-50.
Aircraft T-50 is a special aircraft used for pilot training. There is also a version of another type that is equipped with a complete arsenal for those who have ready to operate. However, T-50 aircraft could be modified to install the necessary weapons without the need to buy new types of weapons that have been completed.


100 Persen Made In Indonesia
KOMPAS.com — Teknologi pertahanan Indonesia patut dibanggakan. Salah satunya kendaraan patroli laut bernama Black Liger S32 yang berhasil dikembangkan PT Bay Industrial Indonesia. Black Liger S32 atau BL S32 merupakan semacam kapal kecil dengan sebuah tabung di bagian samping yang berfungsi untuk memantau laut.

"Kelebihan dari produk ini adalah tabungnya yang anti-peluru. Tabung bagian samping biasanya terbuat dari bahan yang di dalamnya berisi angin. Nah, produk ini bagian dalamnya diisi dengan polyester komposit sehingga anti-peluru," kata Lee ki Hyong, pemimpin PT Bay Industrial Indonesia, mengenai kelebihan produknya di sela-sela pameran Indo Defense 2010 di Pekan Raya Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Hyong mengungkapkan, sifat anti-peluru didapatkan karena tabung diisi polyestrer komposit yang mampu menahan peluru di dalamnya, tidak seperti produk berisi angin yang tabungnya akan kempis bila tertembak. Tabung itu disebut mampu menahan peluru hingga kaliber 16 dan AK 97.

Black Liger S32 telah dikembangkan selama 2 tahun belakangan. Pada awal tahun 2010, produk ini telah selesai dibuat dan secara tidak langsung telah diluncurkan di Pameran Indo Defense 2010 yang diadakan di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Hyong mengatakan, produk ini merupakan terobosan pertama di dunia karena sifat anti-pelurunya. Selain itu, produk ini juga dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti GPS, radar, machine hun housing, radio, search light, dan trailer.

Selama berpatroli, BL S32 mampu menampung 22 orang dan berat maksimum 2.400 kg. Produk ini memiliki ukuran panjang luar 1.020 cm dan lebar luar 298 cm. Sementara itu, panjang dalamnya adalah 880 cm dan lebar lebar dalam 176 cm. Diameter tabung anti-pelurunya sendiri adalah 61 cm dan kapasitas bahan bakarnya bisa mencapai 600 liter. Dalam beroperasi, kapal mampu melaju dengan kecepatan hingga 50 knot dan atau sekitar 95 km/jam. Daya mesinnya adalah 2 x 300 HP dengan total berat kapal mencapai 1.970 kg.

Hyong mengatakan, "Produk ini 100 persen buatan Indonesia. Tenaga kerja, teknologi, dan tempat pembuatannya berlangsung di Indonesia." Jika ada yang impor, hal itu hanya bahan tabung yang diimpor dari Korea dan fasilitas kapal seperti radar dan GPS.

Sudah banyak pihak yang tertarik dengan produk ini, terutama dari ASEAN. "Beberapa negara sudah melirik produk ini. Misalnya ada Singapura, Malaysia, Brunei, dan Banglades. Mudah-mudahan saja Indonesia juga tertarik," ujar Hwong.

PT Bay Industrial Indonesia merupakan anak perusahaan Bay Industrial Co Ltd yang berpusat di Korea. Hingga saat ini, perusahaan itu telah berpengalaman memasarkan produk-produk sejenis, seperti yang berlabel BL 530, BL 580 dan BL 850. Beberapa di antaranya telah diekspor ke Filipina.

English Version

KOMPAS.com - Indonesia's defense technology to be proud. One was named Black sea patrol vehicle Liger S32 is successfully developed PT Bay Industrial Indonesia. BL Black Liger S32 or S32 is a sort of small vessel with a tube on the side that serves to monitor the sea.
"The advantages of this product is bullet-proof tube. The tube side is usually made of material that contains wind. Well, this product is its interior is filled with polyester composites so that anti-bullet," said Lee Ki Hyong, leader of the PT Bay Industrial Indonesia, the excess product on the sidelines of the Indo Defence 2010 exhibition at Jakarta Fair on Friday (11/12/2010).
Hyong reveals, the nature of anti-bullet polyestrer obtained because the tube is filled composites that can withstand bullets in it, not like the product contains a tube wind will blow out when the shot. The tube is called capable of holding up to caliber bullets 16 and AK 97.
Black Liger S32 has been developed for 2 years. In early 2010, this product has been completed and are not directly been launched in the Indo Defence 2010 exhibition held at the Jakarta International Expo, Kemayoran.
Hyong said, this product is the first breakthrough in the world because of its anti-bullet. In addition, this product is also equipped with other facilities, such as GPS, radar, hun machine housings, radio, search light, and trailers.
During the patrol, BL S32 can accommodate 22 people and a maximum weight of 2400 kg. This product has a length beyond 1020 cm and 298 cm outer width. Meanwhile, it is 880 cm long and wide within 176 cm wide. Anti-bullet diameter tube itself is 61 cm and its fuel capacity could reach 600 liters. In operation, the ship capable of driving at speeds up to 50 knots and or around 95 km / hour. Engine power is 2 x 300 HP with a total weight of the ship reached 1970 kg.
Hyong said, "This product is 100 percent made in Indonesia. Manpower, technology, and where the manufacturing took place in Indonesia." If there is an import, it's just a tube material imported from Korea and ship facilities such as radar and GPS.
There have been many parties who are interested in this product, especially from ASEAN. "Some countries have looked at this product. For example there are Singapore, Malaysia, Brunei, and Bangladesh. I hope Indonesia is also interested," said Hwong.
Bay Industrial PT Indonesia is a subsidiary of Bay Industrial Co. Ltd. based in Korea. To date, the company had experienced marketing similar products, such as those labeled BL 530, BL 580 and BL 850. Some of them have been exported to the Philippines.

Pesawat Kargo Tandingan Hercules
KOMPAS.com — Indonesia belakangan ini menghadapi banyak bencana, mulai dengan gempa, tsunami, hingga gunung meletus. Salah satu kebutuhan utama dalam menghadapi bencana itu adalah misi penyelamatan atau evakuasi korban sekaligus misi pengiriman bantuan.

Airbus Military mengembangkan salah satu teknologi yang di antaranya bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Mereka mengembangkan pesawat tipe A400M, sebuah pesawat kargo yang dikatakan sebagai pesawat multifungsi.

Pesawat tersebut dikatakan mampu bersaing dengan pesawat Hercules buatan Lockheed Martin dengan disertai beberapa kelebihan. "A400M adalah pesawat yang multifungsi, bisa digunakan untuk menjalankan misi militer sekaligus misi kemanusiaan seperti menghadapi bencana," ungkap Barbara Kracht, Vice President Media Relation Airbus Military, di pameran Indodefence, Pekan Raya Jakarta, Kamis (11/10/2010).

Barbara mengatakan, A400M memiliki beberapa kelebihan dibanding Hercules. "Pesawat ini mampu menampung lebih banyak muatan. Sebagai contoh, pesawat ini mampu mengangkut truk semitrailer berukuran besar dengan peti kemas berukuran 6.096 meter, perahu penyelamatan, ataupun peralatan pengangkut besar lain, seperti mesin pengeruk yang dibtuhkan setelah bencana alam," ulasnya.

Peter Schoffman, Vice President Capability Marketing Airbus Military, mengatakan, pesawat ini juga mampu mendarat di tempat yang justru Hercules tidak bisa mendarat. Pesawat ini adalah satu-satunya pesawat angkut yang mampu mendaratkan peralatan langsung di tempat tujuan.

"Memastikan pesawat dapat mendarat di tempat yang diinginkan itu sangat penting. Soalnya, untuk apa pesawat mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar jika tak mampu sampai ke tempat tujuan," ujar Schoffman.

Ia juga mengatakan, dengan 12 roda dan dirancang untuk mendarat di atas kerikil, bebatuan, dan pasir, pesawat omo dapat terbang dan mendarat dalam landasan pacu walau hanya memiliki panjang 750 meter. A400M juga memiliki penyerapan tekanan yang efisien ke dalam struktur rangka serta resiko minimal kerusakan akibat benda asing.

Lebih lanjut, Barbara mengatakan bahwa pesawat ini juga bisa diubah menjadi pesawat angkut evakuasi korban dengan membawa 125 kasur tandu dan 7 dukungan medis beserta perawatan intensif bila dibutuhkan. "A400M juga dirancang untuk membantu melakukan bongkar muat kargo dengan cepat dan menurunkan muatan dari ketinggian rendah," tandas Barbara.

Dengan spesifikasi tersebut, Barbara mengatakan, "Mungkin ini pesawat yang paling tepat untuk Indonesia bila dibandingkan dengan produk kami yang lain, seperti C235." Barbara mendasarkan komentarnya pada berbagai macam bencana yang dialami Indonesia saat ini dan kebutuhan penyelamatannya.

A400M diklaim sebagai pesawat yang mampu mengangkut 37 ton kargo sejauh 3.295 km, 30 ton kargo sejauh 4.500 km atau 20 ton kargo sejauh 6.400 km atau dua kali lebih banyak dari pesawat angkut taktis yang saat ini aktif dengan muatan yang sama. Pesawat ini bahkan bisa memuat helikopter NH9, CH 470 Chinook, atau dua kendaraan pengangkut infanteri Stryker.

Maket pesawat ini dipamerkan dalam Indo Defence yang berlangsung di PRJ hingga Sabtu (13/11/2010). Nah, di saat pesawat Hercules milik TNI sudah mulai renta, akankah A400 akan menggantikannya?

English Version

KOMPAS.com - Indonesia faces many disasters lately, starting with an earthquake, tsunami, up to the mountain erupted. One of the main needs in the face of disaster that is the mission of rescue or evacuation of victims and aid delivery mission.
Airbus Military to develop one of these technologies aim to address those needs. They developed a type of A400M aircraft, a cargo plane said to be a multifunctional aircraft.
The plane is said to be able to compete with planes made by Lockheed Martin Hercules, accompanied by several advantages. 'A400M is a multifunctional aircraft, can be used to run military missions such as humanitarian missions as well as the face of disaster, "said Barbara Kracht, Vice President of Media Relations Airbus Military, the exhibition Indodefence, Pekan Raya Jakarta, Thursday (11/10/2010).
Barbara said the A400M has several advantages compared to Hercules. "The aircraft is able to accommodate more cargo. For example, the aircraft is capable of transporting large semitrailer trucks with 6096-meter-sized containers, a rescue boat, equipment or other major carriers, such as scraper machine needed after natural disasters," he described.
 
Peter Schoffman, Vice President of Airbus Military Capability Marketing, said the aircraft is also capable of landing in a place that even Hercules could not land. This aircraft is the only transport aircraft able to land a direct equipment at the destination.
"Ensuring the aircraft can land at the desired place is very important. You see, to what the aircraft capable of carrying cargo in bulk, if not able to get to their destination," said Schoffman.
He also said, with 12 wheels and is designed to land on the gravel, rocks, and sand, Omo plane can fly and landed on the runway though only has a length of 750 meters. A400M pressure also has an efficient absorption into the framework structure and minimal risk of damage caused by foreign objects.
Furthermore, Barbara said that this plane can also be converted into transport aircraft carrying 125 evacuation stretcher mattress and 7 medical support and intensive care if needed. "A400M is designed to help make loading and unloading cargo quickly and reduce the charge from a low altitude," said Barbara.
With these specifications, Barbara said, "Maybe this is the most appropriate aircraft to Indonesia when compared with our other products, such as the C235." Barbara basing his comments on various kinds of disasters suffered by Indonesia at this time and needs salvation.
Claimed A400M aircraft capable of carrying 37 tonnes of cargo as far as 3295 km, 30 tonnes of cargo as far as 4,500 km or 20 tonnes of cargo as far as 6400 km or two times more than tactical transport aircraft that is currently active with the same charge. This aircraft can even load NH9 helicopters, Chinook CH 470, or two Stryker infantry carrier vehicle.
Mockups of the aircraft on display in the Indo Defence held in PRJ until Saturday (13/11/2010). Well, at the time of the TNI Hercules aircraft already old, will the A400 will replace him?