Senin, 08 November 2010

'Mirip' Gayus Tertangkap Kamera Di Tenis Turnamen

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan membantah semua pemberitaan di media massa yang menyebutkan dirinya sempat keluar dari rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua. Ia juga membantah bahwa dirinya tengah sakit, apalagi menonton pertandingan tenis.

"Nggak. Saya di dalam saja nggak ke mana-mana, orang penjaranya digembok gimana bukanya," ujar Gayus, Senin (8/11/2010), di ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia juga mengaku bahwa dirinya sehat-sehat saja saat ini. "Nggak kok. Saya sehat-sehat saja," ujar Gayus.
Saat ditanya perihal kepergiannya ke Bali dengan menggunakan pesawat untuk menonton pertandingan tenis, Gayus pun kembali berkilah. "Pesawat apa? Mau mendarat di mana?" ujarnya.

Pernyataan Gayus ini berbeda dengan pihak kepolisian yang membenarkan adanya izin keluar untuk Gayus dengan alasan sakit. Polisi sebelumnya membenarkan bahwa Gayus sempat sakit pada Jumat (5/11/2010) sehingga dibawa keluar untuk dirawat. Gayus kembali lagi pada Sabtu (6/11/2010) dijemput oleh aparat kepolisian untuk kembali ke rutan.

Di pihak lain, ada foto hasil jepretan wartawan Harian Kompas Agus Susanto yang mengabadikan wajah seorang penonton Tournament Commenweatlh Bank Tournament of Champions, Nusa Dua, Bali pada Jumat (5/11/2010), yang amat mirip dengan Gayus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan, acap kali mengeluh sakit kepada kuasa hukumnya. Penyakit yang sering dikeluhkan Gayus adalah stres, pusing, dan meriang. Tetapi, apakah sakitnya begitu serius sehingga harus berobat keluar?

"Emang dia sakit-sakitan. Sakitnya biasa lah stres, pusing, kadang-kadang terasa meriang badannya. Itu hal biasalah. Jadi bukan hal yang luar biasa. Tapi, kita tidak tahu sampai sejauh mana dia sakit," ujar kuasa hukum Gayus, Adnan Buyung Nasution, Senin (8/11/2010), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Adnan mengaku memang jarang bertemu Gayus di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua. Kalaupun bertemu hanya di persidangan. "Saya lihat sih baik-baik aja, tapi saya juga enggak tau kalau ada penyakit di dalam. Kalau di luar sih baik-baik aja," ujar dia.

Menurutnya seorang tahanan yang sakit memang biasanya ada penanganan khusus. "Kalau sakit biasa, maka dokter akan dibawa ketahanan. Tapi kalau penyakitnya serius, maka tahanan akan dibawa keluar. Jadi saya nggak tahu isu soal Gayus sakit dan dibawa keluar," tandas Gayus.

Kalaupun Gayus bisa keluar, lanjut Adnan, itu adalah tanggung jawab dari yang menahan yakni kepolisian. "Kalau polisinya berbuat hal-hal yang diluar peraturan tentunya polisi harus bertanggung jawab, tentunya Gayus juga mesti ditanya ," ungkap Adnan.

Sebagaimana yang diberitakan, Gayus dikabarkan keluar rutan pada Jumat (5/11/2010) dan Sabtu (6/11/2010). Polisi membenarkan bahwa Gayus dibawa keluar dengan alasan sakit, tapi ia dikembalikan ke rutan di Mako Brimob Kelapa Dua pada Sabtu (6/11/2010) dengan dijemput anggot Polri.

Namun, seseorang yang tampak mirip Gayus justru terlihat menghadiri Tournament Commenweatlh Bank Tournament of Champions, Nusa Dua, Bali pada Jumat (5/11/2010) lalu. Fotografer Kompas Agus Susanto berhasil mengabadikan gambar lelaki itu.

Lola Amaria Speechless
JAKARTA, KOMPAS.com -- "Enggak tahu harus ngomong apa. Speechless. Kok bisa dia (Gayus) menghirup udara bebas ya?" ujar sutradara dan aktris Lola Amaria saat diminta tanggapannya soal berkeliarannya terdakwa mafia pajak dan pencucian uang, Gayus Halomoan Tambunan, di Bali, pekan lalu.

Seperti diberitakan Kompas.com, seseorang yang diduga kuat adalah Gayus, terlihat menyaksikan pertandingan tennis Tournament Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) kemarin.

Saat itu, kabar munculnya Gayus datang dari seorang penjaga tiket, yang kemudian mengabarkannya kepada sejumlah wartawan. Fotografer HU. Kompas Agus Susanto berhasil menemukan sosok yang dimaksud dengan menggunakan kameranya. Saat itu, orang yang diyakini Gayus itu duduk sendirian di antara deretan penonton lainnya. Ia terlihat menggunakan rambut palsu dan kacamata.

"Saya sudah baca beritanya. Aneh aja. Di saat setiap orang tertuju pada bencana, selalu ada celah, memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan," katanya.
 
Bintang film dan sutradara Betina dan Minggu Pagi di Victoria Park itu mengaku hanya bisa mengurut dada melihat langkah penegakan hukum melawan korupsi yang terkesan basa-basi. "Kalau begini sampai kapan pun kasus korupsi akan jalan terus. Hukumnya belum jelas, padahal kita hidup di negara yang katanya negara hukum.  Segala sesuatu ada skenarionya. Yang salah jadi benar, yang benar pun jadi salah. Mafianya banyak. Yang terlibat pun bukan orang sembarangan," ujarnya kesal.

"Ini ibarat benang kusut. Jika penegak hukum mau serius menuntaskan kasus korupsi sebenarnya bisa, tapi harus pakai kacamata kuda dan headphone.  Artinya mereka mau bekerja dengan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Lurus ke depan, enggak tengok kiri-kanan atau bisik kiri- kanan. Dia harus profesional dengan pekerjaannya. Sekarang? Masih hangat-hangat tahi ayam," kata dia. 

DENPASAR, KOMPAS.com — Duduk manis di tengah penonton Tournament Commonwealth Bank of Champions di Nusa Dua, Bali, Jumat (5/11/2010) malam, orang yang mirip Gayus Halomoan Tambunan terlihat sebentar-sebentar membetulkan rambutnya.

"Selain itu, dia juga sering menutup mulut atau hidungnya," kata fotografer Kompas, Agus Susanto, yang berhasil mengabadikan foto orang mirip Gayus itu, Senin (8/11/2010).

Menurut Agus, orang mirip Gayus itu terlihat tidak juga terlihat bicara dengan penonton lain di sekitarnya. Perhatiannya hanya tertuju ke lapangan, di mana petenis dunia Daniela Hantuchova sedang bertanding melawan Yanina Wickmayer.

Apakah dia terlihat salah tingkah karena mengetahui dibidik kamera? "Kayaknya enggak, Mas. Saya motretnya, kan dari jauh, dari seberang lapangan. Dia tidak lihat," kata Agus.

Agus menduga, kalaupun orang mirip Gayus itu sebentar-sebentar membetulkan rambutnya, itu mungkin karena dia kurang nyaman dengan rambutnya yang diyakini Agus sebagai wig atau rambut palsu.

Ada Ical juga
Kehebohan wartawan peliput turnamen tennis kelas dunia di Nusa Dua, Bali, itu tidak hanya berhenti pada "Gayus". Sebab, hari berikutnya terlihat juga Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disebut Ical pada hari Sabtu. Apalagi, bos kelompok Usaha Bakrie itu tidak duduk di bangku VIP.

Keberadaan Ical awalnya tidak tercium wartawan. Mereka baru menyadari keberadaan Ical ketika mantan Ketua KONI Agum Gumelar yang nonton tenis bersama istrinya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari  Gumelar, dan anaknya, Ami, memanggil-manggil Ical.

"Ical, ngapain di situ. Ke sini saja," teriak Agum. Mendengar teriakan itu, Ical akhirnya berdiri dan akan segera menuju tempat Agum dan keluarganya duduk, tetapi dicegah petugas. Aturan main di dunia tenis bagi penonton memang ketat. Tidak boleh penonton pindah tempat seenaknya.
 
Akhirnya, Ical baru bergabung dengan Agum ketika pemain sedang beristirahat untuk melap keringat, ketika poin ganjil.