Kamis, 04 November 2010

Menghadapi 20 Gunung Siap Meletus, Surono Buat Skenario

TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA - Beberapa gunung berapi di Indonesia menunjukkan aktivitas. 19 gunung berapi berstatus waspada, dua gunung berstatus siaga yakni Gunung Ibu di Halmahera dan Gunung Karangeten Sintaro Sulawesi Utara.

Sementara hingga saat ini Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta masih berstatus Awas. Karena itulah Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono berada di Yogyakarta sejak tanggal (21/10) dua pekan lalu. Dalam Prosedur Ketetapan Badan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral penentuan status Awas mutlak ada di pejabat Kepala Pusat Vukkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Begitu gunung dalam status Awas, maka fisik Kepala Pusat Vulkanologi dipastikan berada di lokasi gunung tersebut . Tak mengherankan jika Surono berada di Merapi sejak penentuan status Awas. Status Awas inilah yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah melakukan upaya evakuasi berdasarkan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kepala Vulkanologi.

Pertanyaannya, bagaimana jika beberapa gunung api di Indonesia berada dalam status awas pada waktu yang bersamaan, sementara fisik Kepala vulkanologi hanya bisa di satu tempat.
Inilah penjelasan Surono kepada Tempo.

• Kalau beberapa tempat gunung berstatus awas, maka saya akan memilih gunung api yang membuat resiko paling tinggi.

• Penentuan resiko paling tinggi berdasarkan dampak letusan bagi warga.

• Contoh Gunung Papandayan berstatus awas, Gunung Merapi juga Awas, maka saya akan memilih berada di Gunung Merapi. Mengapa? Karena Papandayan tidak mempunyai sifat erupsi yang sangat mematikan seperti Merapi. Karena itu saya akan tetap ke Merapi. Ini resikonya tinggi.

• Untuk memantau kondisi gunung merapi lain yang berstatus awas, maka akan ada seseorang yang menempel dengan saya untuk menandatangai dokumen yang setiap saat diperlukan. Ini karena saya tidak mungkin di beberapa lokasi.

english version

TEMPO Interactive, YOGYAKARTA - Several volcanoes in Indonesia showed activity. 19 volcano alert status, the standby status of the two mountains in Halmahera Mother Mountain and Mount Karangeten Sintaro North Sulawesi.

While until today Mount Merapi in Sleman, Yogyakarta still a Caution. That's why The Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation, Surono was in Yogyakarta since the date (21/10) two weeks ago. In Procedure Assessment Agency Ministry of Energy and Mineral Resources absolute determination of the status Beware is on official Head Vukkanologi and Geological Hazard Mitigation.
Once the mountain in Watch status, the Head of Physical Volcanology at the scene confirmed the volcano.  

Not surprisingly, Surono in Awas Merapi, since the determination of status. Beware status that is the basis for local government evacuation efforts based on a recommendation letter issued by the Head of Volcanology.
The question is, what if some volcanoes in Indonesia are in alert status at the same time, while the chief physical volcanology can only be in one place.This is the explanation Surono told Tempo.
• If the alert status of the mountain some place, then I would choose a volcano that makes the highest risk.
• Determination of the most high risk based on the impact of the eruption for the citizens.
• Examples of the volcano alert status, Merapi also Watch out, then I would choose to be on Mount Merapi. Why? Because Papandayan do not have the nature of a very deadly eruption of Merapi. Therefore I will continue to Merapi. This risk is high.
• To monitor the condition of another with the status of Merapi volcano alert, there will be someone who stuck with me to sign documents at any time necessary. This is because I was not possible in some locations.