Minggu, 07 November 2010

Gigi Berlubang Kasus Terbanyak Di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kasus terbanyak yang dihadapi masyarakat dalam penyakit gigi adalah gigi berlubang atau caries, kata Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Zaura Anggraeni. "Hampir 100 persen warga Kalimantan mengalami masalah caries dengan rata-rata lima buah gigi berlubang. Terdapat juga setidaknya 72 persen rata-rata anak usia 12 tahun di Indonesia sudah mengalami masalah gigi berlubang," katanya dalam acara "Penyerahan Dana Penelitian Pepsodent Untuk 13 Fakultas Kedokteran Gigi (FKGI) di Indonesia", di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, besarnya kasus caries di Indonesia karena kebiasaan 91 persen masyarakat Indonesia yang menggosok gigi hanya pada pagi dan sore hari tetapi tidak menjelang tidur.

Arathi Rao, pakar perawatan gigi, mengatakan, menggosok gigi pagi dan malam sebelum tidur akan mengurangi 50 persen terjadinya gigi berlubang. "Gosok gigi pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah kebiasaan yang harus diajarkan  kepada anak-anaknya sedini mungkin," ujarnya. Hal itu, lanjut dia, agar jumlah prevalansi orang dalam kasus caries tidak bertambah.

"Anak-anak cenderung belum mengalami gigi berlubang, untuk itu harus dipelihara. Karena, biaya untuk mengobati gigi berlubang akan jauh lebih mahal daripada membiasakan diri menggosok gigi pagi dan malam hari," katanya.

Rao mangatakan, gigi berlubang tidak akan sembuh dengan sendirinya.
Gigi berlubang yang tidak diobati akan busuk dan kumannya akan meyebarkan infeksi ke bagian gigi yang lain.

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) Mohammad Dharmautama mengaku prihatin dengan keadaan masyarakat Indonesia pengidap gigi berlubang karena hanya kurang dari tujuh persen yang mau menambal giginya. "Jika dihitung, hanya 10 juta dari 150 juta penduduk Indonesia yang mau ke dokter gigi untuk mengobati caries," katanya.