Rabu, 17 November 2010

Gayus Diganjar Kemiskinan?

Patrialis Setuju Koruptor Dimiskinkan

INILAH.COM, Jakarta _ Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar setuju agar pelaku korupsi dimiskinkan untuk memberikan efek jera. Hal ini terkait dengan kasus Gayus Tambunan yang selain kabur dari sel tahanan, Gayus juga terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

"Kalau itu dimiskinkan memang lebih baik karena korupsi berkaitan dengan harta, saya sangat setuju," kata Patrialis ketika ditemui di kantornya, Rabu (17/11/2010).

Patrialis mengatakan, sebaiknya putusan hakim di pengadilan memberikan putusan untuk memiskinkan semua perkara korupsi.

"Semua perkara korupsi sebaiknya putusannya memiskinkan yang bersangkutan, biar kapok, untuk teknisnya kan hakim yang lebih tahu hartanya ada di mana, Hakim tentunya berdasarkan tuntutan dari kejaksaan," sebut Patrialis. [TJ]


Koruptor Memang Harus Dimiskinkan
JAKARTA, KOMPAS.com — Memalukan sekali. Pendapat ini dilemparkan menyusul aksi Gayus HP Tambunan sebagai terdakwa kasus suap kembali menjalankan keahliannya terhadap aparat rumah tahanan agar bebas keluar masuk. Sejumlah koruptor yang tengah ditahan juga didapati bebas keluar masuk rutan.

Menurut pakar hukum Universitas Hasanuddin, Achmad Ali, polisi dan kejaksaan harusnya memiskinkan para koruptor dan pelaku suap. "Mulai dari penyitaan harta pada saat proses hukum sebagai barang bukti, hingga penyitaan seluruhnya setelah incracht di pengadilan," ungkap Ali di Warung Daun Cikini, Sabtu (13/11/2010).

Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, juga mengatakan, aparat harus berani melakukan hukum pemiskinan terhadap para tersangka korupsi, seseorang yang melakukan pidana korupsi. Dengan demikian, ruang geraknya untuk kembali menyuap aparat hukum dapat dibatasi.

"Kalau dilakukan pemiskinan dan polisi tegas, kan tidak ada lagi yang bisa digunakan untuk menyogok orang-orang," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, kasus Gayus yang pergi hingga ke Bali sangat memalukan dunia penegakan hukum di Indonesia. Apalagi, Gayus selalu hadir tanpa ekspresi merasa bersalah di media. "Jadi (Gayus) bukan hanya perlu dihukum, tetapi juga dimiskinkan dan dihukum berat," tegasnya.


Gayus Harus Dimiskinkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan tindakan terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan yang menyuap polisi untuk keluar dari tahanan Mako Brimob Kelapa Dua sangat merugikan rakyat Indonesia. Karena itu Gayus harus dimiskinkan dari segala hartanya.

"Orang-orang seperti Gayus harus dihukum dengan cara dimiskinkan," ujar Mahfud saat acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (13/11/2010).

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim mengatakan, tak masalah jika Gayus dihukum seberat-beratnya. Tindakan tegas untuk Gayus tidak melanggar HAM selama diatur dalam Undang-undang dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

"Letakkan pada konteksnya. Orang yang melanggar HAM harus mendapat imbalan. Gayus itu, kan memiskinkan orang lain. Terhadap orang tersebut dijatuhkan tindakan pidana, justru menghukum dia yang telah melanggar HAM," tandasnya.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat mengatakan para pelaku tindak pidana korupsi harus dirampas hartanya dan dimiskinkan.

"Harus berani lakukan hukum pemiskinan, harus memiskinkan orang yang melakukan tindak pidana korupsi," ujarnya.

Menurut Martin, pihak kepolisian juga mestinya melakukan perampasan terhadap harta-harta para koruptor. Agar nantinya tidak disalahgunakan untuk menyuap.

"Polisi harus merampas hartanya agar tidak dipakai untuk menyuap," tandasnya.