Sabtu, 13 November 2010

Exellentia KLA Project

JAKARTA, KOMPAS.com -- Di mata personel grup musik KLa Project, Jogjakarta memiliki kesan yang begitu mendalam. Suasana kota yang hangat dan damai membuat Katon Bagaskara (vokal), Lilo Radjadin (gitar), Adi Adrian (keyboard), begitu berkesan.

Itulah yang kemudian menginspirasi mereka untuk menciptakan sebuah lagu bertajuk "Jogjakarta" yang menjadikannya sebagai karya masterpiece grup ini. Jogja yang digambarkan KLa dalam lagunya, kini terasa berbeda.

Letusan Gunung Merapi yang saat ini masih bergejolak membuat sebagian wilayah di Jogja luluh lantak. Ratusan warga menjadi korban, ternak, sawah dan rumah mereka habis diterjang awan panas yang terus berkecamuk.

Duka warga Jogja, kata Lilo Radjadin (gitaris), juga bisa dirasakan oleh KLa Project. Ya, Jogja begitu memiliki kaitan emosi yang tak bisa dipisahkan dengan mereka.
Ketika duka kembali menyapa Jogja, Lilo bersama rekannya--Katon Bagaskara dan Adi Adria--pun berharap bisa berbuat sesuatu yang bisa membantu warga korban Merapi.

Lewat konser tunggal yang akan dilangsungkan berbarengan dengan peluncuran album ke-10, EXellentia, di Central Park Ballroom, Jakarta, 26 November mendatang, KLa berharap mereka tak hanya bisa menghibur, tapi juga turut membantu meringankan beban para korban bencana di Jogjakarta. "Kita sudah rancang bahwa dari setiap tiket yang terjual akan kita sumbangkan Rp 50 ribu untuk Jogjakarta," ujar Lilo di Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Sebanyak 3000 tiket telah disiapkan dengan kisaran dari mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1.500.000. "Makin banyak yang nonton, ya kita berharap makin banyak juga uang yang terkumpul. Rencana ke sana belum ada. Sekarang masih konsentrasi dulu untuk konser nanti," ujarnya.

Lihat Videoklip Lawas KLA Project? Klik di http://gadabimacreative.blogspot.com/p/galeri-video.html 

English Version

JAKARTA, KOMPAS.com - In the eyes of the music group KLa Project, Jogjakarta has a very deep impression. The atmosphere is warm and peaceful city make Marcels (vocals), Lilo Radjadin (guitar), Adi Adrian (keyboard), so memorable.

That is what later inspired them to create a song titled "Jogjakarta" which makes this group masterpiece. Jogja KLa described in his song, now felt different.

The eruption of Mount Merapi which is still volatile to make the most devastated areas in Yogyakarta. Hundreds of residents were affected, livestock, rice fields and their homes washed away by the hot clouds that continue raging.

Grief citizens of Yogyakarta, said Lilo Radjadin (guitarist), can also be felt by KLa Project. Yes, Jogja so have the emotional connection that can not be separated by them.
When grief again greet Jogja, Lilo and colleagues - and Adi Adria Marcels - was hoping to do something to help the victims of Merapi.

Through a single concert to be held in conjunction with the launch of the album-10, EXellentia, in Central Park Ballroom, Jakarta, 26 November, KLa hope they not only entertain, but also helps relieve the burden of disaster victims in Jogjakarta. "We've designed that for every ticket sold will be donated USD 50 thousand to Jogjakarta," Lilo said in Jakarta on Friday (12/11/2010).

A total of 3000 tickets have been prepared with a range of from $ 300 thousand to USD 1,500,000. "The more that watch, so we hope more and more money is also collected. Plan to get there does not exist. Now is the concentration used for the concert later," he said.

See Older KLA Project video clips? Click on http://gadabimacreative.blogspot.com/p/galeri-video.html