Selasa, 16 November 2010

Dipaksa SMS Ketimbang Ngebrik.

KOMPAS.com - Kepolisian Inggris memaksa personelnya untuk mengurangi ngobrol di walkie talkie yang dibawanya. Mereka disarankan sebisa mungkin untuk mengirim pesan singkat atau SMS sebagai alat komunikasi kecuali untuk keadaan genting. Sejumlah kantor kepolisian dilaporkan mulai melatih personelnya untuk mengirim SMS dari lapangan ketimbang ngobrol lewat radio komunikasi di tangannya.

Kalau dihitung-hitung, SMS memang dinilai jauh lebih hemat untuk berkomunikasi daripada menggunakan layanan 'halo-halo' yang dipakai polisi di negara tersebut. Konon, hasil penelusuran yang dilansir the Daily Mail, Kepolisian Inggris harus membayar 2 poundsterling per detik untuk penggunaan di atas limit kepada Airwave Solutions, perusahaan yang menyediakan layanan radio komunikasi polisi.

Tak heran kalau Airwave mencatat keuntungan kotor lebih besar ketimbang perusahaan seluler sebesar Vodafone sekalipun. Laba sebelum pajak perusahaan itu mencapai 170 juta poundsterling dalam setahun terakhir atau naik 26 persen daripada setahun lalu.

"Airwave adalah sitem yang sangat mahal tapi dipaksa pemerintah agar dipakai Kepolisian," ujar Kepala Polisi Federal Dorset, Clive Chamberlain, kepada the Daily Mail. Ia mengatakan pihaknya memang butuh komunikasi yang terjamin, namun tidak mungkin bertahan kalau harus mengeluarkan ongkos terlampau mahal.

Makanya, pihaknya mendapat saran dari pusat agar sebisa mungkin menggunakan SMS saja untuk berkomunikasi satu sama lain karena jauh lebih murah. Polisi senior bahkan dilaporkan mendapat brifing khusus yang menekankan bahwa ongkos ngomong 2 poundsterling jika paket bicara habis, sementara ongkos kirim SMS hanya 4 penny untuk kirim 1000 SMS.

Airwave sendiri keberatan disebut membanderol tarif kemahalan kepada polisi dan mengatakan bahwa perhitungan tarif 2 poundsterling per detik tidak benar. Hanya saja, diakui bahwa penetapan tarif berdasarkan paket yang telah disepakati sehingga ada biaya tambahan jika personel polisi melakukan komunikasi melebihi jatah durasinya.

Sistem komunikasi polisi di Inggris memang sudah terinbtegrasi antara layanan suara, data, dan teks. Setiap polisi dibekali sebuah alat komunikasi yang menjamin komunikasi antara mereka berjalan mulus dan aman dari gangguan. Tapi kalau harus dibayar mahal, kenapa enggak balik ke HT yang gratis seperti di Indonesia saja?