Selasa, 02 November 2010

Bantuan Mentawai Bakal Terhambat Oleh Badai Anggrek

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengiriman bantuan kepada korban tsunami di Kepulauan Mentawai diperkirakan bakal terhambat dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terjadi karena terbentuknya siklon tropis di perairan barat Sumatera. Hal tersebut bakal menyebabkan kenaikan gelombang air laut dan perubahan cuaca yang signifikan di daerah tersebut.

Menurut data yang dilansir Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis atau Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta yang dikelola Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin (1/11/2010), saat ini telah terbentuk badai atau siklon tropis yang diberi nama Anggrek. Badai tersebut terbentuk sejak hari Minggu.

"Arah gerak tenggara, kecepatan 5 knot (10 km/jam), bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian informasi Buletin Informasi Siklon Tropis tadi pagi. Badai tropis ini diperkirakan akan menghasilkan angin yang semakin cepat lajunya dengan angin maksimum 55 knot (100 km/jam) besok. Bahkan, badai tersebut diperkirakan menghasilkan angin kencang hingga 130 km/jam pada hari Rabu. Siklon diperkirakan masih akan terjadi hingga seminggu sejak muncul pada Minggu tengah hari.

Badai tropis tersebut berdampak pada cuaca di Indonesia. Siklon tropis Anggrek memberikan dampak berupa angin kencang lebih dari 25 knot yang diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Bengkulu, pesisir barat Sumatera Barat, dan Lampung.

"Gelombang signifikan dengan tinggi lebih dari 3 meter berpeluang terjadi di perairan sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga perairan barat Lampung serta Selat Sunda bagian selatan. Gelombang signifikan lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di perairan sebelah barat Bengkulu," urai BMKG.