Jumat, 12 November 2010

90 Tahun Lagi Cadangan Minyak Habis

VIVAnews - Sebuah studi mengatakan cadangan minyak secara global akan habis dalam waktu 90 tahun ke depan. Ironisnya, ketika waktu itu datang teknologi pengganti sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui itu diperkirakan belum siap.

Teori studi yang dilakukan oleh UC Davis, kampus baru di California-AS, berdasarkan pada perkiraan harga saham akan jatuh mendekati waktu tersebut.

Ramalan tersebut muncul pasca dilakukannya survei pada sejumlah investor jangka panjang, yang mana mereka dianggap sebagai peramal terbaik tentang kapan teknologi energi alternatif baru akan berhasil menjadi subtitusi energi yang baru.

"Hasil temuan kami menyarankan supaya energi yang dapat diperbaharui sudah bisa diandalkan dan mandiri, setidaknya sebelum sampai pada waktu yang diramalkan tersebut," kata kepala penelitian Debbie Niemeier, Jumat 11 November 2010.

Tim studi menggunakan kapitalisasi pasar (market cap) sebagai acuannya, yang berlandaskan pada harga saham dan dividen perusahaan minyak yang memiliki saham publik, dan perusahaan-perusahaan energi alternatif.

"Investor-investor yang canggih cenderung menyerahkan upaya pengumpulan, pengolahan, serta informasi tentang arus kas di masa depan pada perusahaan sekuritas," ujar Niemeier.

"Hasilnya, perkiraan pasar di masa depan, yang mewakili prediksi konsensus sebagian besar investor, relatif akurat," tandasnya.

Niemeier mengatakan hasil yang menunjukkan tentang ramalan energi yang dapat diperbaharui itu tidak cukup ambisius untuk mencegah dampaknya pada masyarakat luas, pembangunan ekonomi, dan ekosistem alam.

"Kita memerlukan kebijakan global yang sangat kuat untuk mendorong pengembangan teknologi alternatif bersama agar bumi beserta isinya dapat bertahan," pungkas Niemeier.

English Version

VIVAnews - A study says global oil reserves will be exhausted within 90 years. Ironically, when it comes time replacement technology resources that can not be refurbished are expected not ready.

Theory of a study conducted by UC Davis, the new campus in California, U.S., based on estimates of the share price will fall closer to that time.

The prediction comes after a survey done on a number of long-term investors, which they regarded as the best predictor of when the new alternative energy technologies will successfully become the new energy substitution.

"Our findings suggest that renewable energy is a reliable and independent, at least prior to the time foreseen," said head of research Debbie Niemeier, Friday, November 11, 2010.

The study team uses market capitalization (market cap) as a reference, based on stock prices and dividends of oil companies that have public equity and alternative energy companies.

"Sophisticated investors tend to give up the effort of collecting, processing, and information about future cash flows on securities firms," says Niemeier.

"As a result, estimates of future market, which represents the consensus prediction of most investors, relatively accurate," he said.

Niemeier said the results show about renewable energy forecast was not ambitious enough to prevent its impact on society at large, economic development, and natural ecosystems.

"We need a very strong global policy to encourage development of alternative technologies together for the earth and its contents can survive," said Niemeier.