Selasa, 23 November 2010

1000 Kecelakaan Per Tahun Disumbang Kendaraan Motor

VIVAnews - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas makin mengkhawatirkan. Bahkan, dalam satu hari, sekitar tiga orang yang harus meregang nyawa akibat kecelakaan lalulintas.

"Terbilang cukup tinggin dibanding dengan negara lain. Satu hari di Jakarta ada 2 sampai 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalulintas," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa saat dihubungi wartawan, Senin malam, 22 November 2010.

Menurutnya yang lebih mengkhawatirkan, korban tewas dalam kecelakaan itu didominasi pengguna kendaraan roda dua. Jumlahnya hampir sekitar 75 persen.

Dominasi tersebut memang memiliki alasan yang kuat karena populasi motor di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya. Lebih dari setengah kendaraan yang beredar di Jakarta adalah motor.

Kesadaran pengguna motor untuk sadar terhadap peraturan lalulintas masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas selama Operasi Zebra sejak 8 November 2010 hingga hari ini. Jumlah pelanggaran motor mencapai angka 37.628 kasus.

Pelanggar terbanyak kedua adalah angkutan umum yang mencapai angka 10.948. Kemudian pelanggaran mobil pribadi yang mencapai 5.298.

Menurut Royke, jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara motor banyak ragamnya ketimbang pengendara mobil. Misalnya tidak menggunakan helm standar SNI, menyerobot lampu merah, zig-zag, masuk jalur busway, melawan arus, atau berboncengan lebih dari dua orang.

"Potensi pelanggarannya sangat fatal dan sangat dimungkinkan terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa," tutur dia.

Pada 2008, angka kecelakaan lalulintas akibat mengabaikan peraturan membuat 1.000 orang lebih meninggal dunia dalam setahun. Sedangkan pada 2009, jumlah pengendara motor yang tewas menurun, yakni sebanyak 700 orang.

"Memang menurun angkanya, tapi masih cukup tinggi dan memprihatinkan," ujarnya mengakhiri perbincangan.