Kamis, 14 Oktober 2010

Setelah Kopi Luwak, Kini Kopi Nanas

REPUBLIKA.CO.ID,LIWA, LAMPUNG BARAT--Kopi rasa nanas semakin diminati masyarakat Lampung Barat Provinsi Lampung dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat. "Adanya kopi rasa nanas itu, semakin memberikan rangsangan terhadap masyarakat untuk mencoba mengembangkan produk kopi baru dan rasa yang unik menjadikannya makin disukai masyarakat," kata Camat Sekincau, Lampung Barat, Hepni, di Sekincau, Rabu.

Dia mengatakan, membuat kopi nanas harus jeli dan telaten. Menurut dia, kopi rasa nanas menjadi produk yang dapat diunggulkan di Lampung Barat dan mampu bersaing dengan produk kopi yang sudah ada. "Saya yakin produk kopi baru ini, mampu bersaing dengan kopi rasa yang sudah ada, sebab dari cara pengolahan hingga rasa yang dihasilkan begitu unik selain itu nikmat, sehingga ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk mengembangkan produk baru kopi ini," kata dia.

Kemudian lanjut dia, masyarakat setempat mulai membudidayakan nanas diarea kebun, sehingga hasil dari tanaman buah tersebut dapat langsung diolah menjadi produk kopi nanas. Lampung Barat di kenal sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, sebab setengah dari luas arae lahan di tanami komoditas ini, sehingga kopi menjadi salah satu mata pencarian sebagian besar masyarakat.

Semakin berkembangnya informasi membuat masyarakat berinovasi untuk membuat kreasi produk yang dihasilkan dari bahan baku kopi, dan inovasi produk tersebut melahirkan produk kopi baru yakni kopi rasa nanas. Kopi rasa nanas mulai di kembangkan masyarakat, selain mudah, kopi rasa nanas ini, dapat bersaing dengan produk kopi yang sudah ada di pasaran, sehingga dampaknya nanti akan sangat besar terhadap perekonomian masyarakat.

Efek yang ditimbulkan dari kopi rasa nanas tersebut, masyarakat petani mulai mengembangkan tanaman buah nanas di area kebun kopi, sehingga di harapkan buah nanas yang tumbuh tersebut dapat langsung diolah menjadi produk kopi. Butuh kejelian dari pemerintah untuk membaca peluang yang, salah satunya dengan memfokuskan pengembangan produk kopi yang ada di daerah ini, sehingga kemasan hingga pemasaran dapat difikirkan, yang nantinya dari produk yang dihasilkan tersebut mampu memberikan pendapatan lebih pada masyarakat.

Daerah yang subur di,mana di dalamnya terdapat potensi perkebunan yang berlimpah, dan tak kurang dari 42 ribu Ton pertahun, untuk jenis kopi organik. Data yang diperoleh Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat luas lahan tanaman kopi mencapai 60,347,7 Hektar lebih, dengan hasil kopi kering pertahun mencapai 28,712 Hektar pertahun. Harga kopi rasa nanas di Lampung Barat mencapai Rp50 ribu per kilo.

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar Kabupaten Lampung Barat, Zukri Amin mengatakan, produk olahan hasil perkebunan di Kabupaten Lampung Barat semakin bervariasi.
"Semakin pintarnya masyarakat Lampung Barat, membuat komoditas perkebunan menghasilkan produk pasar yang dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat, sehingga masyarakat tidak monoton dalam menekuni pertanian saja," kata dia.

Dia menjelaskan, usaha rumahan dalam mengolah produk perkebunan mampu memberikan pendapatan bagi masyarakat. "Dengan kreatifitas yang tinggi, tentunya produk perkebunan di Lampung Barat semakin bervariasi, yang jelas masyarakat harus jeli membaca peluang usaha, dan tetap mempertahankan mutu dan kualitas produk yang dibuat," katanya.