Selasa, 12 Oktober 2010

Pemda DKI Stop Sumur Dalam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Penggunaan air sumur dalam akan dikurangi dengan cara ditutup. Tercatat, sudah ada 75 sumur dalam ilegal yang ditutup. Masih ada 238 sumur yang akan ditertibkan di kawasan Jakarta International Estate Pulogadung (JIEP), Jakarta Timur. Sosialisasi sudah dilakukan kepada 522 perusahaan industri di JIEP dan pekan depan sumur dalam akan dibongkar.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, Pemprov DKI akan segera menutup deep well atau sumur dalam yang digunakan oleh 522 perusahaan industri di kawasan JIEP. “Pekan depan deep well itu akan dibongkar,” katanya pada Selasa (12/10). Sebab, lanjutnya, Pemprov DKI sudah bisa menyediakan pengganti suplai air bersih dari salah satu operator air PAM, yaitu Aetra.

Menurut Fauzi, seluruh perusahaan industri di JIEP tidak akan lagi menggunakan air tanah dalam, melainkan bisa memanfaatkan suplai air bersih yang telah disediakan PT Aetra Air Jakarta. Perusahaan ini juga sudah menandatangani kontrak pelayanan penyediaan air bersih di kawasan tersebut. Konsekuensinya, pengusaha industri tersebut bersedia sumur dalamnya dibongkar. Pasokan air bersih untuk usaha pun tetap tersedia sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan.

Untuk daerah-daerah yang sudah bisa terlayani dengan air perpipaan atau PAM, maka sumur dalamnya harus dibongkar dan pemanfaatan air tanah dalam harus dihentikan sama sekali. “Begitu sudah tersedia suplai air bersih di kawasan yang tinggi penggunaan air tanah dalam, maka sumur dalam akan kita bongkar semua,” jelas Fauzi.

Penghentian penyedotan air tanah dalam bisa dihentikan jika sudah tersedia suplai air yang cukup. Caranya dengan menyiapkan pabrik air di Jatiluhur yang studi kelayakannya akan segera dimulai. ''Kalau suplai air bersihnya cukup kita hentikan semua deep well tersebut,'' tegas Fauzi. Selain itu, sambungnya, perlu dilakukan relokasi usaha industri ke pinggiran kota Jakarta. Seperti yang telah dilakukan 15 tahun lalu pada usaha industri bir bintang di Jakarta Barat.

Untuk sekarang ini, ujar Fauzi, Pemprov DKI akan memberikan izin usaha kepada industri jika memenuhi tiga syarat. Yakni tidak memanfaatkan air tanah dalam secara intensif, tidak menimbulkan polusi industri, dan memberdayakan banyak tenaga kerja. “Salah satu kriterianya untuk mengamankan sumber air dalam,” tandasnya.
Red: Endro Yuwanto
Rep: Esthi Maharani