Rabu, 27 Oktober 2010

Kubah Baru Belum Terbentuk, Merapi Masih Berbahaya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Merapi yang telah mengeluarkan awan panas selama hampir satu setengah jam pada Selasa masih menjadi ancaman karena belum terbentuk kubah lava baru, yang artinya magma di Merapi belum keluar.

"Hingga saat ini lava belum keluar dan kubah lava baru juga belum terbentuk sehingga status Merapi masih terus awas," kata Kepala BPPTK Yogyakarta Subandriyo, Rabu (27/10/2010).

Menurut dia, sifat letusan Gunung Merapi pada 2010 ini cukup berbeda dengan karakteristik letusan gunung tersebut pada biasanya.

Begitu pula dengan awan panas yang dimuntahkan Merapi, yang memiliki sifat direct blast atau menyembur terus-menerus dengan arah mendatar.

Perbedaan sifat letusan Merapi juga terletak pada material yang disemburkan, yaitu hanya berupa pasir dan debu tanpa ada material berat seperti batu.

Jenis material yang dimuntahkan Merapi tersebut mengindikasikan bahwa material vulkanik yang berada di puncak Merapi belum ikut runtuh dalam letusan tersebut sehingga BPPTK akan terus melakukan pemantauan terhadap pembentukan kubah lava tersebut.

"Kami akan terus memantau kubah lava akan berada di posisi mana. Karena apabila berada di posisi kubah lava 1911, maka akan mudah runtuh karena kubah lava tersebut telah berusia tua," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, tumpukan material vulkanik yang membentuk kubah lava tersebut memiliki volume sekitar 7,5 juta meter kubik.
Surono juga merekomendasikan agar seluruh warga masyarakat tetap berada di pengungsian karena status Gunung Merapi masih ditetapkan awas.

English Version

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mount Merapi, which has issued a hot cloud for almost a half hour on Tuesday is still a threat because it has not formed a new lava dome, which means that the magma at Merapi has not come out.

"Until now, the lava has not come out and a new lava dome also has not been formed so that the alert status of Merapi continues," said Chief BPPTK Subandriyo Yogyakarta on Wednesday (27/10/2010).

According to him, the nature of the eruption of Mount Merapi in 2010 was quite different from the characteristics of the volcano eruption on normally.

Similarly, Merapi spewed hot clouds, which have a direct blast or spray the nature of ongoing horizontal direction.

The difference nature of the Merapi eruption also located on the sprayed material, which is only in the form of sand and dust without any heavy materials like stone.

This type of material that indicates that Merapi spewed volcanic material at the top of Merapi has not participated in the eruption collapsed so BPPTK will continue to monitor the formation of the lava dome.

"We will continue to monitor the lava dome will be in a position where. Because if they are in the position of the lava dome, 1911, it will be easy to collapse because the lava dome has been old age," he said.

Previously, Head of Volcanology and Geological Disaster Mitigation Surono said the pile of material that formed volcanic lava dome has a volume of about 7.5 million cubic meters.
Surono also recommends that all citizens remain in refugee camps because of the status of Mount Merapi is still defined alert.