Jumat, 29 Oktober 2010

Ketua DPR RI: Sudah Resiko Masyarakat Kepulauan Jika Terjadi Tsunami

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno mengatakan, penyesalannya terkait dengan pernyataan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang mengatakan sudah resiko masyarakat kepulauan jika terjadi tsunami.

"Sebagai `spoke person` DPR, saya menyesalkan pernyataan tersebut karena yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah empati," katanya saat ditemui dalam acara Peluncuran Visi Indonesia 2033 di Wisma ANTARA, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, lebih baik DPR bersama pemerintah mengalokasikan dana yang lebih besar untuk korban bencana.

Selain pengalokasian dana lebih besar, katanya, mempersiapkan dana lebih cepat ketika bencana terjadi juga perlu dilakukan sehingga dapat meminimalisasi korban.

"Dana anggaran yang telah dialokasikan DPR masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan ancaman bencana dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai ribuan triliun," kata Teguh.

Ia juga mengatakan, PAN juga telah mengalokasikan anggaran dari keuangan partai untuk korban bencana.

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Priyo Budi Santoso mengatakan, DPR bersama dengan Ketua Badan Anggaran, Ketua Komisi XIII DPR RI, Menteri Keuangan, dan lainnya telah menyepakatai anggaran dana untuk korban gempa di Mentawai dan korban Merapi di Yogyakarta sebesar 100 hingga 150 Milyar.

"Saya juga telah menyerukan kepada seluruh anggota DPR untuk segera menyelesaikan urusannya di daerah dan membantu korban bencana," jelasnya.

Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumatra Barat, pada Senin (25/10) malam dan Gunung Merapi meletus pada Selasa (26/10) di Yogyakarta.



PAN Bela Marzuki Alie
JAKARTA OkeNews.com - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy berharap Ketua DPR Marzuki Alie memberi klarifikasi atas pernyataannya soal resiko tsunami bagi warga yang tinggal di pinggir pantai. Tjatur sendiri yakin Marzuki bermaksud baik soal relokasi warga di daerah bahaya tsunami.
"Harusnya mengklarifikasi maksud dari pernyataan dia, karena ini sensitif jadi harus dijelaskan maksudnya bagaimana," kata Tjatur kepada okezone, Kamis (28/10/2010) malam.

Tjatur menambahkan Marzuki hanyalah memberi peringatan bagi warga yang tinggal di pulau yang langsung berbatasan dengan laut. "Kita berprasangka baik, mungkin maksudnya itu memberikan warning supaya orang di pulau siap-siap karena kita tinggal di daerah bencana. Itu konteksnya," sambungnya.

Kesalahpahaman ini lahir, kata Tjatur karena Marzuki tidak secara jelas menyampaikan maksud pernyataannya hingga kemudian disalahtafsirkan "Tidak mungkin Ketua DPR tidak punya empati, tapi konteksnya saja yang tidak bisa diterjemahkan. Pak Marzuki berempati dengan memberi warning," imbuh dia.

Wakil Ketua Komisi III DPR ini meminta polemik soal statement Marzuki disudahi. Saat ini yang paling penting dilakukan katanya adalah membantu korban bencana di Mentawai dan Gunung Merapi, Yogyakarta.