Sabtu, 30 Oktober 2010

Kawah Merapi Terbentuk

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Letusan eksplosif Merapi pada dini hari tadi, ternyata semakin membuka kawah baru di puncak Merapi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo mengatakan, kawah baru Merapi hasil letusan 2010 ini sudah terbentuk dengan diameter 200 meter.

Namun kata dia, meski membentuk kawah tetapi magma yang keluar dari kawah tersebut tidak langsung membentuk kubah baru Merapi. “Guguran material justru menyumbat kawah sehingga letusan eksplosif terjadi lagi dini hari tadi,” terangnya.

Menurutnya, magma baru pada letusan tahun 2010 ini berbeda dengan magma hasil letusan tahun 2006 dan sebelumnya.  Magma atau lava pijar Merapi pada letusan 2010 ini diprediksikan mengandung silica 57 persen atau naik 5 persen dibandingkan magma pada letusan 2006 yang mengandung silica hanya 52 persen. Karena itulah, magma Merapi pada letusan kali ini sifatnya lebih asam dibandingkan magma sebelumnya.

“Ketika kubah tersumbat material maka sifat asam magma ini akan meningkat dan menimbulkan letusan eksplosif,” terangnya. 

Karena sampai saat ini magma masih berada di kawah dan tidak mengalir keluar membentuk kubah, maka letusan eksplosif dari puncak Merapi itu masih akan terjadi. Jika kawah yang didalamnya ada magma dengan silica 57 persen tersebut tersumbat lagi maka letusan itu tidak bisa dihindarkan lagi.