Kamis, 28 Oktober 2010

Indonesia Layak Menyejajarkan Cina

JAKARTA, KOMPAS.com — Perekonomian Indonesia layak disejajarkan dengan negara berkembang terbesar yang paling berpengaruh di dunia (largest emerging markets), yaitu Brasil, Rusia, India, dan China, yang sering disingkat kelompok BRIC.

Demikian dikemukakan Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi dalam konferensi pers di Plasa Mandiri, Jakarta, Rabu (27/10/2010), menjelang Mandiri Economic Forum yang akan dilakukan 2 November 2010.
"Indonesia memiliki semua prasyarat untuk masuk dalam jajaran elite negara berkembang itu," kata Riswinandi.

Alasannya, Indonesia memiliki karakteristik yang sama dengan BRIC, yakni negara berkembang yang besar dengan luas wilayah lebih dari 3 juta kilometer persegi dan penduduk di atas 100 juta jiwa, memiliki kapasitas ekonomi yang tinggi ditinjau baik dari sumber daya maupun potensi pasar, serta membukukan kinerja ekonomi yang istimewa dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun.

"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menjadikan Indonesia masuk dalam BRIC, menjadi BRICI (I singkatan Indonesia)," kata Riswinandi. Untuk itu, dalam forum seminar nanti Bank Mandiri akan mengusung tema "Indonesia: The Next I in BRICI?"

Tak tanggung-tanggung, event ini akan mengundang Profesor Xavier Sala-i-Martin, Chief Advisor The Global Competitiveness Network di World Economic Forum (WEF), yang merupakan penggagas dari penyusunan indeks daya saing berbagai negara. Edisi terakhir peringkat Indonesia ternyata meningkat 10 tingkat ke posisi 44, lebih baik dari negara BRIC lainnya.

BRIC merupakan istilah yang populer akhir-akhir ini dipopulerkan salah satu bank investasi terbesar global pada 2001 untuk melambangkan keempat negara ini, yang diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar di dunia pada 2050.

Label ini menjadikan keempat negara ini sebagai tujuan investor asing menanamkan modal mereka, tidak hanya pada investasi portofolio, tetapi juga menjadi foreign direct investment (FDI).

English Version

JAKARTA, KOMPAS.com - The Indonesian economy worthy equated with the largest developing country in the world's most influential (Largest emerging markets), namely Brazil, Russia, India, and China, which is often abbreviated as BRIC group.

So stated Deputy Director of Bank Mandiri Riswinandi in a press conference at the Plaza Mandiri, Jakarta, Wednesday (10/27/2010), ahead of Independent Economic Forum which will be 2 November 2010.
"Indonesia has all the prerequisites to enter the elite ranks of developing countries," said Riswinandi.

The reason, Indonesia has the same characteristics as the BRICs, namely a large developing country with an area of more than 3 million square kilometers and a population of over 100 million people, has high economic capacity are reviewed both from the resources and market potential, and recorded economic performance privileged with economic growth above 5 percent per year.

"So, there's no reason not to turn Indonesia into the BRICs, a BRICI (I stands for Indonesia)," said Riswinandi. For that, in later seminars Bank Mandiri will carry the theme "Indonesia: The Next I in BRICI?"

Unmitigated, this event will invite Professor Xavier Sala-i-Martin, Chief Advisor of The Global Competitiveness Network at the World Economic Forum (WEF), which is the initiator of the preparation of various state competitiveness index. Indonesia ranked last edition was up 10 spots to 44, better than the other BRIC countries.

BRIC is a popular term recently popularized one of the largest investment banks globally in 2001 to symbolize the four countries, which is predicted to become the world's largest economy by 2050.

This label makes these four countries as a destination for foreign investors to invest them, not only on the investment portfolio, but also to foreign direct investment (FDI).