Rabu, 20 Oktober 2010

Di Asia Tenggara, Wisatawan Indonesia Terendah

TEMPO Interaktif, Bangkok - Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik atau PATA mencatat  kedatangan wisatawan ke Indonesia tak setinggi ke negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan kedatangan wisatawan Indonesia cuma 11 persen, dibandingkan dengan Vietnam yang mencatat 51 persen, Singapura 24 persen, Thailand 14 persen. Pertumbuhan yang lebih kecil dari Indonesia terjadi pada Myanmar dan Kamboja.

Jepang menjadi favorit tujuan wisatawan dengan pertumbuhan 39 persen. Tujuh bulan lalu angka pertumbuhan di Jepang masih 36 persen. “Ini menunjukkan gencarnya promosi, “ kata salah satu pejabat PATA, kemarin.

Pertumbuhan juga terlihat di Cina, seperti ke Hong Kong 32 persen, Taipei 23 persen, dan Macau 23 persen. Korea Selatan tak ketinggalan. Pertumbuhan kedatangan wisatawan di negeri ginseng itu sebesar 24 persen.

Pertumbuhan di Asia Selatan sebesar 11 persen lebih rendah tahun lalu sebesar 15 persen. Wisatwan mancanegara yang datang ke India hanya tumbuh 4 persen. Angka ini jauh tertinggal dari catatan Asosiasi di Sri Lanka, Maladewa dan Nepal. Ketiga negara tersebut mencatat rekok yang mengesankan yaitu 50 persen, 29 persen dan 26 persen.

Di Pasifik, kedatangan wisatawan internasional terus meningkat. Negara-negara di Pasifik telah menemukan momentumnya setelah bencana asap gunung berapi Efjallajokull di Islandia. Pertumbuhan meningkat sebesar 10 persen di kawasan ini setelah promosi meningkat 10 persen pada Juni lalu. Pertumbuhan di Australia sebesar 11 persen dan di Selandia Baru tercatat 4 persen.