Senin, 25 Oktober 2010

Membusuk Dihisap Kutu Haus Darah / Rot inhaled Bloodthirsty Ticks

DetikHealth.Kampala, Serangan kutu penghisap darah menyebabkan 20 orang di Uganda mengalami pembusukan di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya tewas. Begitu mengenaskan sampai-sampai banyak yang menyangka sebagai ulah penyihir.

Seperti dalam film-film tentang zombie, pembusukan jaringan akibat kutu penghisap darah yang dalam istilah medis disebut Tungiasis itu terjadi ketika sejak para pasien masih hidup. Perlahan-lahan, bagian tubuh yang membusuk makin meluas hingga akhirnya pasien tewas mengenaskan.

Penyebabnya adalah sejenis kutu yang disebut jigger atau dalam Bahasa Latin dikenal sebagai Tunga Penetrans. Kutu penghisap darah ini hidup di daerah kotor atau berdebu dan ditularkan oleh lalat pasir (sand fly) betina.

Pada manusia, parasit ini dapat masuk menembus kulit kaki lalu tumbuh dengan menghisap darah korban. Setelah beranak pinak hingga berjumlah ribuan, kutu ini akan menghabiskan suplai darah sehingga jaringan yang ditempati mulai mengalami pembusukan.

Menteri kesehatan Uganda, James Kakooza mengatakan anak-anak bisa langsung tewas ketika darahnya dihisap dalam jumlah banyak oleh jigger. Kutu ini juga bisa menewaskan remaja yang mengidap penyakit lain, sementara pada orang tua akan menyebabkan kelumpuhan.

Dalam 2 bulan terakhir, Kakooza mencatat sedikitnya 20 orang tewas akibat Tungiasis di negara yang terletak di Afrika Timur tersebut. Sementara yang menjalani perawatan mencapai 20.000 orang, sebagian besar berasal dari wilayah Busoga yang berjarak 150 km dari Kampala, ibukota Uganda.

Keyakinan bahwa penyakit ini merupakan kutukan penyihir turut memicu banyaknya korban tewas terutama di daerah pedesaan seperti Dakaba Kaala. Alih-alih mencari pengobatan atau mengeluarkan kutu yang menyerang, beberapa pasien seringkali hanya pasrah menanti ajal.

"Ini merupakan epidemi yang sedang kami perangi dan saya yakin seiring waktu berjalan jigger bisa kami lenyapkan," ungkap Kakooza seperti dikutip dari Canadian Press, Minggu (24/10/2010).

Menurutnya jiggger hanya hidup di daerah yang kurang higienis, sehingga cara membasmi sebenarnya sangat mudah. Selain dengan menggunakan sabun antiseptik, jigger juga bisa dibunuh dengan menyiramkan minyak dan parafin di tempat-tempat yang menjadi sarangnya.

Selain di Uganda, penyakit Tungiasis juga ditemukan di sebagian wilayah Afrika sub-Sahara, Amerika Latin dan Karibia. Penyebarannya di Uganda diduga dibawa oleh buruh migran asal India yang mengerjakan rel kereta api jurusan Kenya-Uganda pada abad ke-19.

English Version

DetikHealth. Kampala, Blood-sucking lice attack caused 20 people in Uganda have decay in some parts of the body and eventually killed. So pathetic to the point that many who think as a magician act.

Like in the movies about zombies, decaying tissue from blood-sucking lice in medical terms is called Tungiasis since it occurred when the patient is still alive. Slowly, more and more decayed parts of the body extends until the patient eventually died horribly.


The cause is a type called the jigger flea, or in Latin known as Tunga Penetrans. These blood-sucking lice live in dirty or dusty areas and is transmitted by sand flies (sand fly) female.


In humans, these parasites can enter through the skin of the foot and then grow by sucking the blood of victims. After the breed up to thousands, this bug will spend the blood supply, so network occupied begin to experience decay.


Uganda's health minister, James Kakooza said children were killed when their blood can be directly inhaled in large quantities by the jigger. Ticks can also be killed teenager who suffered from other diseases, while the parent will cause paralysis.


In 2 months, Kakooza recorded at least 20 people were killed by Tungiasis in the country located in East Africa. While undergoing treatment reaches 20,000 people, mostly from Busoga region, a distance of 150 km from Kampala, the capital of Uganda.


The belief that this disease is a curse witch helped trigger a number of people killed, especially in rural areas like Dakaba Kaala. Instead of seeking treatment or remove lice that attack, some patients are often resigned to waiting for death only.


"This is an epidemic that is our fight and I'm sure as time passes jigger can we eliminate," said Kakooza as quoted by Canadian Press on Sunday (10/24/2010).


According jiggger only live in areas that are less hygienic, so the way is actually very easy to eradicate. In addition to using antiseptic soap, jigger can also be killed by spraying oil and paraffin in the places that the nest.


In addition in Uganda, Tungiasis disease is also found in parts of sub-Saharan Africa, Latin America and the Caribbean. Spread in Uganda allegedly carried by migrant workers from India who worked on the railroad department of Kenya-Uganda in the 19th century.