Rabu, 13 Oktober 2010

Desa Wisata, Konsep Pariwisata Masa Depan


REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memiliki 14 desa wisata yang berpotensi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Kepala Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Yossi BS, di Ungaran, Rabu, mengatakan, desa wisata itu antara lain Kopeng, Sidomukti, dan Tegalan, yang menjadi desa wisata percontohan bagi desa-desa yang lain.

Desa wisata lain adalah Genting, Gemawan, Keji, Kebondowo, Mirogomo, Guci, Nyatnyono, Keseneng, Rowopening, dan Tlogo.

Menurut dia, 14 desa wisata itu mempunyai keunikan masing-masing yang bisa ditawarkan ke pengunjung. Misalnya, di Desa wisata Keji punya keunikan karifan lokal kesenian tradisional dan wisata alam.

"Banyak juga desa wisata yang menawarkan keunggulan industri kreatif seperti anyaman pelepah pisang, enceng gondok dan kerajinan lainnya," katanya.

Menurut dia, sejauh ini yang paling banyak diminati oleh pengunjung dari luar daerah adalah desata wisata Keji, Keseneng, dan Sidomukti, karena mempunyai keunggulan wisata alam seperti pemandian di bukit dan wisata alam lainnya.

Ia menambahkan, dengan dibentuknya desa wisata itu, masyarakat yang tinggal di sekitar wisata tersebut dapat meraih pengahasilan tambahan. Masyarakat bisa menawarkan jasa dan berjualan di sekitar lokasi wisata.

"Seperti di desa wisata Keseneng, dalam dua bulan dapat pemasukan sekitar Rp40 juta. Hanya saja penggunaan uang tersebut saat ini diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas wisata," katanya.

Mengenai upaya promosi pariwisata ini, kata dia, pihaknya telah merencanakan pengembangan wisata dengan sistem promosi tanpa batas (marketing borderless system). Artinya pegawai yang berkecimpung di Dinas Pariwisata maupun pegawai lain di Kabupaten Semarang diharuskan siap memberi jawaban terkait pariwisata di Kabupaten Semarang jika ditanya oleh orang lain.

"Ini menjadi tantangan baru bagi pemerintah Kabupaten Semarang," katanya. Dia berharap, banyaknya desa wisata itu bisa meningkatkan kesadaran masyarakat setempat tentang pariwisata.