Senin, 11 Oktober 2010

Buku Untuk Obama

The Assassin mungkin sudah jera dengan sistem proteksi kepresidenan yang sangat ketat. Tapi tidak bagi para massa yang lebih dekat dengan posisi presiden. Setelah ditimpuk sepatu sewaktu insiden pidato George W. Bush, sekarang malah Barrack Obama yang ganti ditimpuk dengan buku.  Peluru tak harus mematikan, tetapi juga bikin malu...

Tempo Interaktif
Senin, 11 Oktober 2010 | 09:39 WIB
Insiden penimpukan terhadap Presiden Amerika Serikat kembali terjadi. Setelah "Insiden Sepatu" yang menimpa pendahulunya, George Walker Bush, dua tahun lalu, kini giliran Presiden Barack Obama. Ia ditimpuk buku di Philadelphia, Senin (11/10).

Insiden ini terjadi saat Obama melakukan kampanye Partai Demokrat untuk pemilihan kongres yang akan digelar tiga pekan mendatang. Bersama Wakil Presiden Joe Biden, Presiden kulit hitam pertama di AS itu tampil di lapangan terbuka. Panggung tempatnya berpidato berada di tengah massa yang mencapai ribuan orang.

Tiba-tiba, dari belakang Obama sebuah buku melayang. Namun meleset sekitar satu meter dari kepalanya. Obama tidak menyadari timpukan yang tidak tepat sasaran itu dan melanjutkan kampanyenya. Dalam pidatonya, Obama menampik tudingan pemerintahannya berada di balik lambatnya pemulihan ekonomi AS. "Saya rasa para ahli salah," kata Obama.

Petugas keamanan sigap bergerak dan menangkap seorang pria berkulit coklat dan rambut hitam. Orang itu bugil total, sehingga petugas menggunakan poster kampanye untuk menutupi kemaluannya. Di tubuhnya terdapat coretan tulisan. Sayangnya, kamera wartawan tidak dapat mengabadikan tulisan di dada dan perut laki-laki itu. Sedangkan buku yang dijadikan "peluru" itu juga tidak diketahui buku apa, yang pasti buku tersebut bersampul hitam.