Kamis, 14 Oktober 2010

33 Pekerja Bertahan 68 Hari Di Perut Bumi

Reuter
Di jalan-jalan di Chili, mirip peristiwa piala dunia. Tumpah ruah massa menyaksikan televisi besar yang terpasang, menayangkan detik-detik penyelamatan 33 korban yang sudah terkubur di perut bumi selama 68 hari atau lebih dari 2 bulan.

Runtuhnya tambang emas dan tembaga San Jose, membuat 33 karyawan pertambangan terjebak di dalam lorong berkedalaman lebih dari 600 meter dari permukaan tanah. Upaya evakuasi dilakukan cukup lama, hingga akhirnya ditemukan alat penyelamatan berupa kapsul yang dapat dinaik-turunkan semirip lift. Kapsul tersebut diberi nama Phoenik.

Selama 68 hari itu pula, para pekerja yang terjebak di suplai makanan dan obat-obatan setiap harinya melalui lubang yang kelak menjadi jalan keluar masuknya kapsul Phoenik. Hidup di dalam tanah selama itu, merupakan rekor tersendiri di era modern saat ini, mengingat ke-33 korbannya masih dalam keadaan hidup. Hingga detik ini, sudah 18 penambang yang berhasil ditarik keluar dari perut bumi.

Kemampuan Phoenik dalam penyelamatan hanya mampu mengangkut satu orang per 45 menit. Cukup lama, karena harus melewati prosedur penyelamatan yang baik dan benar.