Rabu, 22 September 2010

DUNIA AIR LAMPUNG

Menjadi ujung Pulau Sumatera yang dekat dengan Pulau Jawa, Lampung banyak menghadirkan pariwisata air yang eksotis. Teluk Lampung banyak menghamparkan keindahan pemandangan lautnya. Dataran tinggi di kota Bandar Lampung, kerap memuncul-tenggelamkan pemandangan Teluk Lampung yang menggoda untuk dikunjungi.


Sejak turun di Bakauheni, pemandangan laut tiba-tiba sirna. Yang ada adalah hamparan perbukitan dan ladang penduduk. Namun ketika memasuki kota Bandar Lampung, pemandangan laut muncul kembali. Dari Bakauheni hingga kota Bandar Lampung, sebenarnya menyisir pantai. Namun jarak antara jalan raya dengan pantai memang cukup jauh sehingga tak tampak sama sekali.

Aset pemandangan laut kerap menjadi komoditi pariwisata kota Bandar Lampung. Namun untuk mendapatkan pemandangan pantai yang menarik, Anda harus ‘mengorbankan’ sedikit waktu keluar dari kota Bandar Lampung. Wisata Pantai Pasir Putih mungkin sudah akrab Anda kenal. Namun mendapati suasana lain pantai, tepatnya berada di pesisiran Lampung Selatan. Dari kota Bandar Lampung bisa ditempuh antara 1-2 jam perjalanan.

Eks Pelabuhan Panjang

Kisah historis yang terdapat di tempat ini adalah : tempat ini pernah menjadi Pelabuhan utama Lampung sebelum kini dipindah ke Pelabuhan Bakauheni. Dermaga panjang serta monumen kapal Ferry yang telah karam, menjadi saksi bisu aktifitas yang pernah ramai di tempat ini. Juga beberapa bangunan pelabuhan penyeberangan yang terbengkalai serta gapura masuk areal ini menyisakan gambaran masa lalu tempat ini pula.

Sejak Pelabuhan Merak ada tahun 1912, Pelabuhan Panjang pun menjadi tempat merapat kapal-kapal penyeberangan dari Pelabuhan Merak. Hingga tahun 1960-an akhir, pelabuhan Lampung dipindah ke Serengsem yang akhirnya berpindah lagi ke Bakauheni di awal 80-an. Praktis Pelabuhan Panjang menjadi mati total aktifitas pelabuhannya.

Bagi masyarakat sekitar, tanah yang dimiliki oleh PT. Kereta Api ini dijadikan obyek wisata. Tanpa dipungut bayaran, masyarakat bisa menikmati memancing di pantai atau sekedar duduk-duduk merasakan suasana pantai. Beberapa warung-warung jajanan berdiri di pinggiran pantai, serta lahan parkir yang masih luas, menjadi nilai tambah berwisata di tempat ini.

Menurut tetua masyarakat setempat, Lukmanudin, situasi eks Pelabuhan Panjang saat ini tergolong memprihatinkan. “Asetnya cukup besar untuk dijadikan lokasi wisata, namun sejauh ini belum ada yang menggarapnya secara maksimal, hingga terkesan terbengkalai,” ujarnya.
Berbeda dengan pendapat pengunjungnya, beberapanya tak mempermasalahkan jika eks Pelabuhan Panjang ini demikian. Dermaganya kerap dijadikan areal pemancingan gratis bagi pengunjungnya. Serta pemandangan pantainya tak kalah dengan pemandangan wisata-wisata pantai yang ada di Lampung. Meski Anda harus sedikit terusik dengan ketidaknyamanan bangunan-bangunan yang terbengkalai.

Pantai Puri Gading

Arealnya terdapat di permukiman real estate Puri Gading. Memiliki lahan wisata pantai tergolong kecil dari kebanyakan areal wisata pantai lainnya, Pantai Puri Gading menawarkan konsep wisata keluarga di pantai. Ini terlihat dari fasilitas-fasilitas pendukungnya yang terdapat di situ seperti taman bermain anak, paseban-paseban untuk kumpul keluarga, serta wisata air seperti Banana Boat, Jet Ski, atau kapal wisata yang menyeberangkan pengunjung ke pulau-pulau terdekat juga tersedia.

Sepanjang pantai dipasangi bronjong atau tanggul penahan ombak laut. Meski berada di kawasan Teluk Lampung yang memiliki ombak kecil, penggunaan tanggul ini kerap ditemui di kawasan wisata pantai Lampung untuk menghindari abrasi. Namun mendapati pasir pantainya tentu tak sulit, sebab lahan yang terdapat di kawasan pantai tersebut semuanya berpasir.

Paseban-paseban kecil untuk duduk-duduk di pinggir pantai disediakan memanjang di sepanjang pantai Puri Gading. Bagi yang gemar memancing, paseban tersebut bisa dijadikan tempat berteduh. Selain pula banyak yang memilih memancing di dermaga atau kantin-kantin pinggir pantai, sebagian pengunjungnya pula memilih menyewa kapal wisata untuk memancing ke tengah laut atau singgah di pulau-pulau terdekat.
Rifki, seorang pengunjung mengakui kerap berkunjung di situ dengan alasan lokasinya tak jauh dari kota Bandar Lampung. Suasana pantainya mengakomodir kebutuhannya terhadap wisata pantai. Namun pula ia menyayangkan masih kurangnya fasilitas hiburan yang terdapat di situ. “Mudah-mudahan pemerintah daerah serius memperhatikan aset wisata pantai seperti di Pantai Puri Gading ini.

Pantai Duta Wisata

Konsep wisata pantai di lokasi ini tergolong unik. Wisata air yang terdapat di darat dibuat, yakni danau buatan air asin. Tujuannya tak lain untuk memberikan alternatif wisata selain view pantai. Di lokasi wisata air ini, terdapat kendaraan-kendaraan air yang dapat dipergunakan oleh pengunjung seperti perahu kayuh, atau digunakan untuk berenang sekalipun.

Hutan pantai pun dijaga kelestariannya. Bahkan dikelola cukup baik untuk memunculkan kesan teduh di wilayah wisata Pantai Duta Wisata. Paseban-paseban besar pun dibuat untuk kegiatan rapat kantor maupun keluarga. Lokasinya berada di kerimbunan hutan pantai, sehingga menambah suasana sejuk.

Di bawah pengelolaan Dinas Promosi dan Investasi Pariwisata Bandar Lampung, lokasi ini semirip Taman Impian Jaya Ancol pada tahap awal pembangunan. Sarana permainan anak modern seperti arena edukasi lalu lintas, arena ketangkasan bermain anak seperti lorong labirin, fasilitas inilah yang baru ada.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu pengunjung, Subarno. Kedatangannya ke wisata Pantai Duta Wisata biasanya untuk memancing. Anak dan istrinya selagi ia memancing, bisa menikmati fasilitas yang terdapat di situ. Saung-saung yang didirikan di sepanjang pantai jadi tempat menikmati pemandangan laut. Lagi-lagi Anda tidak akan menemui pantai yang landai di lokasi ini karena keseluruhan areal pantai telah dipasangi tanggul pula seperti di Pantai Puri Gading. Tak lain, untuk menghindari abrasi pantai, karena lokasi Pantai Duta Wisata memang sudah menghadap ke arah pantai lepas dengan ombak yang cukup besar dan kedalaman lebih dari 10 meter.

Untuk mendapati wisata air selain di danau air asin, ada juga persewaan Banana Boat, Jet Ski dan kapal wisata. Lokasi bersandarnya berada dekat The Beach Café, satu-satunya kafe yang berada di situ yang juga menjadi daya tarik pengunjung.

TPI Lempasing

Usai berwisata pantai, masih sejalur dengan kawasan wisata Pantai Puri Gading dan Duta Wisata, terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing. Kawasan yang disegerakan sebagai kawasan kuliner makanan laut ini, sudah lama dikenal masyarakat sebagai tempat mencari makanan laut segar dan murah.
Kawasan TPI Lempasing yang baru tidak berada di pinggir pantai lagi. Sudah bergeser 500 meter menjauhi pantai, oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Bandar Lampung, areal baru ini direncanakan akan dikembangkan untuk pasar pelelangan dan kawasan kuliner makanan laut. Tata guna lahannya telah dipersiapkan, namun pembangunan yang sudah direncanakan sejak 2008 lalu masih dalam tahap penggarapan.

Berbagai jenis hasil laut dijajakan di sini. Langsung dari hasil tangkapan nelayan yang turun dari laut, hasil-hasil laut ini tergolong masih segar terbebas dari bahan pengawet. Itu keunggulan dari makanan-makanan laut yang tersedia di TPI Lempasing ini. Bangunan pasarnya hanya satu dan satu sama lainnya pedagang menawarkan hasil laut berbeda-beda. Meski produk unggulan seperti Cumi-Cumi dan Ikan Baronang dijajakan oleh kebanyakan pedagang di situ, kemampuan menawar jadi andalan bagi pengunjung.

Usai berbelanja, ikan dapat dibawa pulang atau dibakar di tempat. Jasa bakar ikan juga tersedia di situ. Dan itulah yang menjadi upaya pemerintah daerah untuk menjadikan lokasi ini sebagai kawasan kuliner makanan laut. Salah satu yang sudah lama berprofesi sebagai tukang bakar ikan adalah Mufid. Dengan ramuan khasnya serta lokasinya yang tak jauh dari pelelangan ikan, Mufid mampu meraup omzet perharinya hingga 300 ribu. Hanya melayani jasa bakar saja, Mufid menarifkan harga Rp 8000 per kilogram.

Modal yang ia keluarkan hanya bakaran arang batok dan ramuan bumbu khasnya. Untuk tambahan nasi serta menu lainnya, tarifnya lain lagi. Mufid bekerjasama dengan Lisnawati yang menyediakan jasa rebus dan goreng serta minuman. Biasanya pengunjung yang menggunakan jasa Mufid adalah pelanggan tetap TPI Lempasing. Dengan jasa bakar yang murah serta rasa bakarannya yang tak kalah lezatnya, membuat banyak pengunjung loyal singgah ke situ.

Air Terjun Tahura

Tahura singkatan dari Taman Hutan Rakyat. Berada di daerah Hurun, Padang Cermin, Lampung Selatan, nama areal wisata ini adalah Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Azis. Aslinya adalah lokasi Youth Camp. Namun wisatawan umum lebih tertarik untuk menyaksikan keelokan air terjun yang kesohor di sini. Berbeda dengan suasana pantai, lokasi air terjun Tahura ini terletak di kedalaman hutan.
Konon, air terjun Tahura di wilayah Hurun ini memiliki 64 air terjun dalam satu sungai. Namun yang masih rasional dikunjungi dengan pertimbangan lokasi tempuh termudah, ada tiga titik saja lokasi air terjun tersebut yang mudah dijangkau. Jarak tiga air terjun yang berdekatan serta hanya berjarak 500 meter dari pintu gerbang, tiga titik lokasi air terjun tersebutlah yang bisa dikunjungi. Oleh para penyuka adventure, dengan menambah jarak tempuh 500 meter lagi dari titik air terjun pertama, maka akan mendapatkan total tujuh titik air terjun lagi.

Melibas jalan menuju air terjun terdekat, harus melewati hutan yang kini telah bercampur dengan perkebunan rakyat. Tak sulit untuk menempuhnya, namun beberapa fasilitas yang rusak seperti jembatan, membuat rasa nyaman berwisata di lokasi ini sedikit terganggu. Saat dikunjungi oleh Apettite Journey, wilayah ini baru saja terkena banjir bandang yang merusak sebagian tepian sungai.

Air terjun pertama hingga ketiga berada di kedalaman hutannya. Berbentuk bertingkat, namun tiap titik air terjunnya memiliki pesonanya sendiri-sendiri. Suasana teduh serta gemericik keras tak henti dari suara air terjun membuat lokasi air terjun tersebut lampus. Meski hanya menyambangi tiga air terjun, tiga titik air terjun ini sudah cukup memuaskan dahaga wisata alam di dalam hutan yang diharapkan.

Kampung Tabek
Awalnya adalah tempat wisata memancing ikan darat. Kemudian berkembang menjadi kampung wisata nan alami. Konsep hunian berarsitektur bangunan kampung, membuat Kampung Tabek disukai bagi orang-orang yang merindukan suasana alami kampung. Dikelola oleh manajemen Hotel Indrapuri, jadilah Kampung Tabek penginapan berkelas resort.

Sales Marketing Supervisor Kampung Tabek Herlina Rosida menjelaskan ikhwal kampung Tabek dibuat adalah mengembalikan memori atau mengenalkan suasana alami kampung ke pengunjungnya. Meski dibuat bernuansa kampung, beberapa fasilitas modern pun dibuat seperti kolam renang berkelas waterboom, outbound seperti paintball hingga flying fox, serta sarana bermain anak modern lainnya. Menggunakan luas areal 4 hektar, Kampung Tabek menyediakan beberapa pilihan ruang penginapan baik perseorangan maupun kelompok.

Berada di Desa Serbajadi Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan, andalan Kampung Tabek selain menjual romansa kampung, juga menjual produk lamanya yakni pemancingan umum. Ada dua areal yang dipergunakan untuk pemancingan: pemancingan untuk galatama dan pemancingan kiloan. Pemancingan galatama dipergunakan untuk penggila perlombaan memancing, sedangkan pemancingan kiloan dipergunakan untuk pengunjung yang menginginkan hasil memancing dengan bayaran per kilogram ikan yang didapat.
Juga kuliner jadi andalannya. Dari American Food hingga Indonesia Food disediakan di Area Pinang Meeting & Resto Room. Makanan favorit pengunjung di resto tersebut menurut Herlina Rosida adalah Sapi Lada Hitam.


Wisata di Lampung masih banyak menjanjikan panorama alam menakjubkan. Hal yang kemudian menjadi pekerjaan rumah Dinas Promosi & Investasi Pariwisata Bandar Lampung. Wilayah-wilayah tersebut di atas berada di sekitaran kota Bandar Lampung yang aksesnya tergolong mudah dijangkau dari pusat kota. Jadi jangan sia-siakan kesempatan jika Anda berkunjung ke kota Bandar Lampung. Ada romansa alami khas Lampung yang akan Anda dapatkan!